Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mencermati Strategi Pemkab Bangka Genjot Kunjungan Wisatawan

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mencermati Strategi Pemkab Bangka Genjot Kunjungan Wisatawan Doc: ANTARA/ Aprionis
Ket. Destinasi wisata Pulau Putri Kabupaten Bangka.

SUNGAILIAT – Pengembangan wisata kesehatan menjadi peluang baru bagi sektor pariwisata sekaligus layanan kesehatan di Indonesia.

Tren ini tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang dipadukan dengan pengalaman relaksasi, kebugaran, dan pemulihan di destinasi wisata.

Wisata kesehatan tidak hanya mencakup layanan medis, tetapi juga wellness tourism seperti spa, terapi tradisional, yoga, hingga wisata berbasis alam yang mendukung kesehatan fisik dan mental.

Jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara dengan nilai belanja yang relatif tinggi.

Namun, pengembangan wisata kesehatan membutuhkan standar layanan, tenaga profesional, serta infrastruktur yang memadai agar mampu bersaing dengan negara lain di kawasan Asia.

Karena itu, kolaborasi antara sektor pariwisata, kesehatan, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk membangun ekosistem wisata kesehatan yang berkelanjutan dan terpercaya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), merancang pengembangan wisata kesehatan atau Wellness tourism guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan selain ke objek wisata lain yang sering menarik kunjungan.

Bupati Bangka Fery Insani di Sungailiat, Bangka, Sabtu (16/5), mengatakan pengembangan wisata kesehatan menghadirkan fasilitas yang mendukung kesehatan dan kenyamanan pengunjung, khususnya bagi wisatawan lanjut usia yang ingin menikmati suasana tenang dan sehat.

"Kami merancang wisata kesehatan dipusatkan di Kota Sungailiat dipadukan dengan kawasan Pecinan Bangka yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung sehingga membuat pengunjung menjadi lebih nyaman dan aman," katanya.

Pengembangan wisata kesehatan Wellness tourism menjadi salah satu destinasi wisata yang baru di Kabupaten Bangka selain objek wisata pantai, wisata budaya, wisata olahraga dan destinasi lain yang sudah banyak tersedia.

"Konsep wisata kesehatan 'Wellness tourism' memberikan rasa nyaman bagi wisatawan lanjut usia yang ingin menikmati suasana tenang dan sehat," kata Fery menjelaskan.

Untuk mendukung rancangan wisata kesehatan kata Fery Insani, dirinya mengajak masyarakat di daerah itu mendukung program tersebut sekaligus melakukan berbagai inovasi yang memberikan dampak positif langsung terhadap pengembangan wisata kesehatan.

"Kami berharap konsep wisata kesehatan yang dipadukan di kawasan Pecinaan dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan serta mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata," ujar dia.

Kawasan Pecinan atau Chinatown adalah area permukiman di luar wilayah Tiongkok yang mayoritas penduduk dan budayanya berasal dari etnis Tionghoa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

AISMOLI: Kenaikan Harga BBM Peluang Percepatan Adopsi EV

16 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
AISMOLI: Kenaikan Harga BBM...
Luar Negeri
Iran: Lalu Lintas Selat Hor...
Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 19 J...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.