Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stabilkan Harga! Bapanas Gulirkan Beras SPHP Hingga Dua Bulan

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 19:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stabilkan Harga! Bapanas Gulirkan Beras SPHP Hingga Dua Bulan Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Arsip Foto - Seseorang menyusun karungan beras SPHP kemasan 5 kg dalam kegiatan gerakan pangan murah yang dilaksanakan di Gudang Bulog Jakarta.

JAKARTA - Beras SPHP adalah beras yang digulirkan pemerintah melalui Perum Bulog sejak 2023 sebagai program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Beras ini berasal dari beras cadangan pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog.

SPHP Beras dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen melalui penyaluran beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500-15.800/kg berdasarkan zonasi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan ke masyarakat dalam satu atau dua bulan ke depan.

"Kalau menurut prediksi kita ya, itu dalam satu sampai dua bulan ini memang Bulog akan merilis berasnya," kata Arief di Jakarta, Jumat (16/5).

Arief menjelaskan, penyaluran beras SPHP ini dilakukan untuk stabilisasi harga beras di tingkat konsumen.

Selain itu, dalam dua hingga tiga bulan ke depan harga gabah dan beras diprediksi akan naik karena produksinya mulai turun atau masa panen raya telah berakhir.

Oleh karenanya, pemerintah perlu melakukan intervensi agar harga beras tetap stabil.

Lebih lanjut, saat ini beras SPHP belum bisa disalurkan karena masih dalam masa panen raya. Program ini sendiri memerlukan rapat koordinasi terbatas (rakortas) dengan Presiden Prabowo.

"Itu kan ada anggaran pemerintah untuk melakukan stabilisasi. Kalau kita lagi panen raya, panen rayanya belum habis, SPHP-nya tidak perlu, kecuali daerah-daerah tertentu harga berasnya sudah naik," imbuhnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, belum adanya penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram maupun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) karena mempertimbangkan kondisi harga gabah ti tingkat petani.

Mentan mengatakan, pihaknya belum mendorong adanya penyaluran SPHP maupun bantuan pangan beras karena harga gabah petani secara keseluruhan belum stabil dan setidaknya ada sekitar 40 persen yang masih di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan yakni Rp6.500 per kg.

"Gini, harga (gabah) kami cek, harga kami cek di lapangan bersama Bulog itu harga gabah masih ada 40 persen di bawah HPP. Artinya apa? Ini harus terangkat," kata Mentan dalam jumpa pers seusai menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen; dan Duta Besar (Dubes) Yordania Sudqi Attalah Al Omoush di Jakarta, Rabu (14/5).

Menurut dia, jika SPHP dipaksakan keluar saat ini justru bisa membuat harga semakin tertekan dan merugikan petani, apalagi saat ini data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan harga beras sedang mengalami penurunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.