Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

31 Pelaku Usaha Hijau RI Ketemu Buyer Jepang, Deal Ekspor Siap Dibuka!

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 20:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
31 Pelaku Usaha Hijau RI Ketemu Buyer Jepang, Deal Ekspor Siap Dibuka! Doc: istimewa
Ket. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempertemukan 31 pelaku usaha ekonomi hijau Indonesia dengan calon pembeli dari Jepang dalam sesi business matching di Jakarta, Rabu (13/5)

JAKARTA– Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempertemukan 31 pelaku usaha ekonomi hijau Indonesia dengan calon pembeli dari Jepang dalam sesi business matching di Jakarta, Rabu (13/5). 

Kegiatan “Business Matching Sessions Indonesia-Japan” ini merupakan bagian dari rangkaian partisipasi ASEAN-Japan Centre pada The 2nd Indonesia-Japan Environment Week 2026_ yang berlangsung 11-12 Mei 2026 di Jakarta.

Melalui kerja sama dengan ASEAN-Japan Centre, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha dan asosiasi Indonesia dengan buyer potensial Jepang. Peserta berasal dari subsektor strategis seperti produk daur ulang, barang ramah lingkungan, waste-to-energy, bahan baku daur ulang, hingga jasa pengelolaan lingkungan. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag sekaligus Council Director ASEAN-Japan Centre untuk Indonesia, Fajarini Puntodewi, menyebut kegiatan ini sebagai langkah taktis memanfaatkan kunjungan delegasi Jepang yang unggul di bidang ekonomi sirkular.

“Forum ini menjadi upaya konkret mendorong kemitraan bisnis, investasi, dan peningkatan ekspor ke Jepang. Permintaan produk hijau di pasar global terus meningkat, sehingga akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia perlu diperluas,” ujar Puntodewi.

Ia optimistis fasilitasi semacam ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global berbasis keberlanjutan. 

“Lewat kolaborasi ini, pelaku usaha dalam negeri berpeluang masuk rantai pasok produk hijau dunia dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya.

Sekretaris Ditjen PEN Kemendag, Sugih Rahmansyah, menambahkan business matching dirancang untuk mempertemukan inovasi lokal dengan kebutuhan teknologi tinggi Jepang. 

“Kami mendorong pertemuan ini menghasilkan kerja sama nyata, baik investasi, perdagangan, maupun alih teknologi di sektor ekonomi sirkular yang prospeknya jangka panjang,” ujar Sugih.

Keuggulan teknologi

Menurutnya, Jepang memiliki keunggulan teknologi, efisiensi, dan komitmen kuat terhadap keberlanjutan. Sementara Indonesia menawarkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau dan transisi energi.

“Harapannya terjadi transfer teknologi, terutama untuk pengelolaan limbah menjadi energi, sistem persampahan perkotaan, dan praktik industri berkelanjutan. Ini akan memperkuat daya saing produk ekspor Indonesia yang bernilai tambah dan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Perwakilan PT Rafandra Eternal Nusantara, Elisabeth, mengaku kegiatan ini membuka peluang baru memasarkan produk ramah lingkungan ke Jepang. Perusahaannya memproduksi kerajinan dari limbah gambas yang diolah menjadi spons alami. Produk tersebut sudah menembus pasar Korea Selatan, Italia, dan AS lewat platform digital.

“Pertemuan langsung dengan calon mitra Jepang memberi nilai tambah. Beberapa perusahaan Jepang tertarik untuk kebutuhan riset dan pengembangan,” ujar Elisabeth.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.