UMKM Malang Didorong Naik Kelas dan Go Internasional

Jumat, 15 Mei 2026, 23:05 WIB

MALANG – usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berhasil menembus pasar ekspor menunjukkan produk lokal kini semakin mampu bersaing di tingkat internasional.

Tak hanya mengandalkan harga, banyak pelaku usaha mulai fokus pada kualitas produk, kemasan, hingga inovasi agar bisa diterima pasar luar negeri yang persaingannya cukup ketat.

Ket. Foto: Ilustrasi - Salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia mengikuti pameran Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 pada 21-24 April 2026 di Singapore Expo, Singapura. — Sumber: ANTARA/ HO-Atase Perdagangan Singapura

Di sisi lain, peluang ekspor juga membuka pasar yang lebih luas bagi UMKM sehingga potensi pendapatan dan kapasitas produksi dapat meningkat.

Dukungan pelatihan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan platform digital pun menjadi faktor penting agar semakin banyak pelaku UMKM mampu naik kelas dan menjangkau pasar global.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, menargetkan 200 pelaku UMKM mampu menembus pasar ekspor pada 2026.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi di Kota Malang, Jumat (15/5), mengatakan ratusan UMKM saat ini terus menjalani masa pemantapan dan pelatihan melalui Klinik Eksport pemerintah setempat.

"Terdapat 200 UMKM yang diproyeksikan untuk ekspor dan semoga terealisasi semua di tahun ini, sebagai upaya percepatan kami rutin satu minggu sekali menyelenggarakan kelas klinik eksport di Malang Creative Center (MCC)," kata Eko.

Sebanyak 200 UMKM itu terdiri dari berbagai jenis produk, seperti kriya, makanan dan perabotan rumah tangga.

Melalui pelatihan, kata dia, para pelaku UMKM diberikan peningkatan kapasitas mengenai syarat dan kualifikasi utama supaya produknya bisa dipasarkan secara global, di antaranya legalitas dan standar kualitas produk serta kemasan.

Petugas dari dinas terkait melakukan kurasi satu per satu pada setiap produk UMKM.

Jika ditemukan produk yang tak memenuhi standar ekspor maka pelaku UMKM terkait langsung mendapatkan intervensi, berupa pendampingan lanjutan oleh petugas.

"Animonya bagus makanya semuanya hal kami berikan, termasuk menjembatani dengan pihak yang akan membawa produk pelaku UMKM keluar negeri," ujarnya.

Diskopindag Kota Malang mencatat, hingga saat ini di wilayah setempat terdapat 40 ribuan UMKM dan dari jumlah itu sebanyak 95 UMKM telah berhasil mendapatkan kesempatan ekspor.

Nilai ekspor produk UMKM Kota Malang sejauh ini tercatat sebesar Rp100 miliar.

Eko menyampaikan apabila 200 UMKM dinyatakan memenuhi ketentuan masuk ke pasar global maka nilai ekspor produk UMKM Kota Malang menjadi Rp1 triliun.

Untuk negara tujuan pemasaran produk UMKM saat ini masih mencakup Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia.

Meski demikian, dia menyampaikan pemerintah setempat sedang berupaya memperluas akses dagang paling tidak ke Selandia Baru dan Jepang dengan melibatkan peran diaspora yang berada di negara-negara tersebut.

"Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan yang di Jepang, dia memiliki akses ke pasar. Kalau Selandia Baru rencananya diundang datang ke Kota Malang," kata dia.

  • pemkot malang
  • ekspor UMKM

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.