- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ancaman Ganda, Suhu Laut y...
Ancaman Ganda, Suhu Laut yang Memanas Bisa Bikin Stok Ikan Menipis dan Ganggu Kesehatan
Rabu, 12 Agu 2026, 01:48 WIBCANBERRA - Gelombang panas laut (marine heatwaves) menimbulkan ancaman yang semakin besar terhadap kesehatan manusia, dengan dampaknya tidak lagi hanya mencakup matinya terumbu karang dan turunnya hasil perikanan.
Menurut pernyataan yang dirilis pada Selasa (11/8) oleh Universitas Adelaide, tim peneliti dari Universitas Adelaide di Australia dan Universitas Hong Kong di Tiongkok menyerukan agar gelombang panas laut diakui sebagai masalah kesehatan masyarakat utama.
Argumen itu disampaikan karena dampak gelombang panas laut terhadap manusia selama ini sebagian besar diabaikan, meskipun semakin banyak bukti menunjukkan konsekuensinya yang luas.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Sustainability tersebut menguraikan bagaimana periode berkepanjangan dengan suhu laut yang sangat tinggi dapat memicu serangkaian dampak yang memengaruhi kesehatan manusia, termasuk memperparah cuaca ekstrem, mengurangi pasokan makanan laut, dan meningkatkan tantangan kesehatan mental di komunitas pesisir.
Tim peneliti mengatakan bahwa gelombang panas laut menjadi semakin sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan semakin intens seiring dengan pemanasan iklim.
Disebutkan pula bahwa fenomena itu telah dikaitkan dengan kematian massal biota laut, pemutihan karang, pertumbuhan pesat alga berbahaya, serta gangguan pada sektor perikanan dan akuakultur.
Laura Falkenberg dari Universitas Adelaide, penulis utama studi tersebut, mengatakan bahwa dampak gelombang panas laut terhadap manusia mendapat perhatian yang jauh lebih sedikit dibandingkan dampaknya terhadap lingkungan.
Suhu laut yang ekstrem dapat berkontribusi terhadap terbentuknya sistem cuaca yang lebih intens, meningkatkan risiko akibat badai dan banjir, sementara pertumbuhan pesat alga berbahaya dapat mencemari makanan laut dan menimbulkan risiko kesehatan serius.
Penurunan stok ikan dan produksi makanan laut juga dapat mengancam ketahanan pangan bagi miliaran orang, menurut studi tersebut.
Penelitian tersebut juga menyoroti dampak psikologis, termasuk kecemasan, kesedihan, dan berbagai masalah kesehatan mental lainnya di kalangan masyarakat pesisir yang mata pencaharian dan identitas budayanya berkaitan erat dengan laut. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Chef Yulita Soroti Kuliner Khas Kalsel, Tak Cuma Soto Banjar
-
Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi Abu Vulkanik
-
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR
-
Hercules TNI AU Bawa Ratusan APD dan Masker untuk Perkuat Penanganan Karhutla Kalsel.
-
Penghasilan Nelayan Sinjai Naik 75 Persen, KNMP Tongke-Tongke Kirim 12 Ton Tuna Loin ke Jakarta
-
KKP Gerebek Gudang Udang Impor di Jatim, 1.000 Ton Lebih Diamankan
-
KJRI Pulangkan 307 WNI dari Johor Malaysia ke Batam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.