Kemenekraf Dukung Ketahanan Ekonomi Nasional dengan Perkuat Sektor Ekraf dan UMKM

Kamis, 09 Apr 2026, 17:17 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terus berupaya memperkuat sektor ekonomi kreatif guna mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Kamis, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif.

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri rapat kerja pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih beserta seluruh pejabat kementerian dan badan usaha milik negara di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4). Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan dalam rapat tersebut. — Sumber: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif

"Kolaborasi hexahelix antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, media, dan investor adalah kunci untuk memastikan ekosistem ekonomi kreatif tumbuh cepat, berkelanjutan, dan dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

Guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendukung digitalisasi untuk meningkatkan daya saing industri kreatif, serta mendorong kolaborasi internasional untuk memperluas pasar produk kreatif Indonesia.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Ekonomi Kreatif mengupayakan sektor ekonomi kreatif bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan memperkuat daya saing bangsa.

Upaya tersebut sejalan dengan penguatan budaya kerja yang lebih produktif dan adaptif melalui kampanye #KitaMulaiCaraBaru sebagai bagian dari langkah bersama dalam memperkuat ketahanan nasional. 

Kekayaan Intelektual

Diberitakan sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan penilai kekayaan intelektual (IP valuator) dari asosiasi profesi Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) berperan strategis dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif, khususnya melalui penguatan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual. 

“Selama ini karya atau hasil kreasi hanya berhenti sebagai sebuah karya. Tetapi dengan adanya IP valuator ini, kekayaan intelektual kini dapat menjadi aset. Hal ini tentu akan sangat membantu, khususnya dalam membuka akses pendanaan,” kata Riefky dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan penguatan ekosistem ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada satu aspek, tetapi membutuhkan fondasi yang menyeluruh, mulai dari regulasi, peningkatan kesadaran, hingga kualitas pelaku industri.

Kolaborasi hexahelix antara pemerintah dan asosiasi profesi dalam pengembangan ekonomi kreatif merupakan bagian dari memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus langkah penting untuk memastikan sektor ini mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita membangun fondasi industri yang berkembang pesat, mulai dari regulasi, peningkatan awareness, hingga kualitasnya. Secara sederhana, tugas kementerian adalah mendorong lahirnya local hero atau merek lokal untuk naik ke tingkat nasional. Selanjutnya, kita kurasi agar menjadi national champion yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Kementerian Ekraf terus mendorong agar potensi ekonomi kreatif dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional, baik dari sisi investasi, perdagangan, maupun penciptaan lapangan kerja.

Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menghadirkan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri kreatif berbasis inovasi dan kekayaan intelektual. Ant

  • ekspor UMKM

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.