Festival Semarak Ekraf 2026 Digelar, Pangkalpinang Bidik Kebangkitan Ekonomi Kreatif
📅 Jumat, 15 Mei 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim PenulisPANGKALPINANG – Pengembangan ekonomi kreatif kini semakin dilihat sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan usaha dan membuka lapangan kerja baru.
Sektor ini tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga kreativitas, ide, dan inovasi yang bisa menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, hingga konten digital.
Di sisi lain, ekonomi kreatif juga membantu anak muda lebih berani mengembangkan usaha berbasis minat dan teknologi.
Dengan dukungan promosi, pelatihan, dan akses pasar yang lebih luas, sektor kreatif berpotensi menjadi motor ekonomi baru yang mampu menggerakkan pertumbuhan daerah secara lebih dinamis.
Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Festival Semarak Ekraf Pangkalpinang Ke-2 Tahun 2026 pada 15-17 Mei, guna mendorong pertumbuhan dan pengembangan ekonomi kreatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu pelaku ekonomi kreatif dalam meningkatkan usahanya," kata Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin saat membuka Festival Semarak Ekraf Pangkalpinang Ke-2 Tahun 2026 di Pangkalpinang, Jumat (15/5) sore.
Ia mengatakan Festival Semarak Ekraf Pangkalpinang tahun ini bertemakan "Ekraf Bangkit, Pangkalpinang Kreatif" digelar selama tiga hari dimulai Jumat (15/5) hingga Minggu (17/5) di Taman Merdeka Kota Pangkalpinang, guna mendorong pertumbuhan dan ekonomi kreatif di ibu kota provinsi ini.
"Selama tiga hari ini, kami menggelar berbagai kegiatan di antaranya bazar produk UMKM, pameran kreasi masyarakat dimulai pakaian, seni budaya, teknologi dan lainnya," katanya.
Ia menyatakan festival ekraf tahun ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, tetapi juga dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing dan memperkuat perekonomian masyarakat di daerah ini.
"Pangkalpinang memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai kota kreatif, sehingga kekayaan sumber daya alam khususnya timah tidak lagi sandaran utama dalam menggerakkan perekonomian masyarakat daerah ini," katanya.
Menurut dia, saat ini Kota Pangkalpinang tengah dalam fase ujian, baik ujian ekonomi, efisiensi berbagai sektor dan semakin sempitnya peluang kerja konvensional di daerah ini.
"Kita tidak perlu menunggu peluang ekonomi datang, tetapi kita harus menciptakan peluang-peluang itu sendiri dan melalui kegiatan inilah peluang-peluang usaha kreatif tercipta untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!