Kota Tucson Sambut Timnas Iran di Tengah Bayang-Bayang Konflik Timur Tengah
📅 Kamis, 14 Mei 2026, 00:20 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraTUCSON, AMERIKA SERIKAT - Di Selat Hormuz, kapal perang Amerika Serikat dan ketegangan militer dengan Iran terus memanas. Namun ribuan kilometer dari kawasan konflik tersebut, kota Tucson di Arizona justru bersiap menyambut kedatangan tim nasional Iran untuk tampil di Piala Dunia 2026.
Kota yang berada di tengah gurun Arizona itu akan menjadi markas latihan “Team Melli” selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bulan depan. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan hubungan yang memanas antara Washington dan Teheran, persiapan di Tucson tetap berjalan normal.
“Kami hanya antusias menjadi tuan rumah bagi mereka dan ingin memberikan pengalaman yang positif,” kata Sarah Hanna, direktur Kino Sports Complex, tempat tim Iran dijadwalkan berlatih.
Lapangan latihan kini dirawat sesuai standar FIFA. Rumput dipangkas dengan tinggi tertentu agar para pemain Iran tidak mengalami perbedaan kondisi saat tampil di Los Angeles dan Seattle pada fase grup nanti. Hotel, ruang pertemuan, hingga sistem keamanan juga telah dipersiapkan secara rinci.
“Saat ini saya rata-rata menjalani 12 hingga 20 pertemuan setiap pekan terkait fasilitas latihan ini,” ujar Hanna.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mulai dari penyedia makanan dan minuman hingga berbagai inspeksi lapangan bersama FIFA,” tambahnya.
Persiapan tersebut berlangsung di tengah konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang kini memasuki pekan ke-11. Meski gencatan senjata rapuh telah berlangsung selama sebulan, situasi di kawasan Timur Tengah masih jauh dari stabil.
Namun FIFA memastikan Iran tetap akan tampil sesuai jadwal, sehingga Tucson terus melanjutkan seluruh persiapan. “Bagi kami, semuanya berjalan 100 persen sesuai rencana dan tidak pernah dibatalkan,” kata Hanna.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sejak Iran ditetapkan sebagai tim yang akan bermarkas di sini, kami terus bekerja seperti biasa sampai ada keputusan lain dari FIFA.”
Meski demikian, ketidakpastian tetap membayangi. Presiden federasi sepak bola Iran pada Jumat lalu menyatakan timnya akan ikut serta, tetapi mengajukan sejumlah syarat terkait visa dan perlakuan terhadap staf tim.
Kekhawatiran terutama muncul terhadap individu yang memiliki hubungan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps, organisasi yang dianggap Amerika Serikat sebagai kelompok teroris.
Pada Maret lalu, Presiden AS Donald Trump juga sempat mempertanyakan kehadiran Iran di Piala Dunia. Menurut Trump, tim Iran memang “dipersilakan” tampil, tetapi situasinya dinilai tidak ideal untuk keselamatan mereka.
Meski begitu, banyak warga Tucson menolak anggapan bahwa tim Iran akan merasa tidak aman berada di Amerika Serikat.
“Presiden kami memang dikenal cukup bombastis di media sosial,” kata Jon Pearlman, presiden FC Tucson.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!