Kemenhut: Perempuan Paling Terdampak Krisis Iklim Akibat Kelangkaan Air
📅 Selasa, 12 Mei 2026, 00:50 WIB | Oleh: Ilham SudrajatKUNINGAN - Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa perempuan merupakan kelompok yang paling rentan terdampak krisis iklim, terutama terkait dengan ketersediaan sumber daya air di wilayah pedesaan.
Project Manager FOLU Net Sink 2&3 Kemenhut, Arga Paradita Sutiyono, mengatakan bahwa fenomena pemanasan global bukan sekadar masalah kenaikan suhu, melainkan ancaman terhadap kerentanan hidup berbasis gender.
"Dampak krisis iklim terhadap perempuan sangat tinggi. Contoh paling sederhana di desa, rata-rata perempuan yang bertugas mengambil air. Jika krisis iklim menyebabkan mata air hilang, perempuan harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan air," kata diadalam forum diskusi "Sinergi Perempuan Indonesia Untuk Indonesia FOLU NET SINK 2030" di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Senin (11/50.
Terkait hal tersebut, Arga memastikan bahwa pelaksanaan program mitigasi perubahan iklim melalui Indonesia FOLU Net Sink 2030 telah mengintegrasikan prinsip safeguard untuk menjamin perlindungan sosial dan lingkungan, termasuk keadilan gender.
Ia menjelaskan bahwa keadilan gender dalam program kehutanan tidak hanya bicara soal perbedaan biologis laki-laki dan perempuan, tetapi lebih kepada peran, akses dan partisipasi yang setara dalam setiap program, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dalam pelaksanaan program ini, jangan sampai kita melupakan isu gender. Akses dan partisipasi harus setara. Hal ini penting agar aksi menanam pohon dan menjaga hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan," ujar dia.
Kegiatan Sinergi Perempuan Indonesia untuk Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 ini dilaksanakan pada 11-13 Mei 2026 di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.
Kegiatan diikuti sejumlah perwakilan kementerian - lembaga pemerintah dari bidang kehumasan dan protokoler, berikut sejumlah lembaga konservasi swadaya masyarakat dan pewarta nasional di Kementerian Kehutanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan edukatif dan inspiratif yang diinisiasi Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri di Kementerian Kehutanan itu mengangkat peran perempuan Indonesia dalam aksi nyata pengelolaan hutan serta pencapaian target FOLU Net Sink 2030, sekaligus membangun narasi positif kebijakan kehutanan melalui komunikasi publik.
Kementerian Kehutanan mengharapkan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarkementerian/lembaga, pemangku kepentingan, serta masyarakat dalam mendukung implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Dalam hal ini, pendekatan komunikasi publik yang efektif dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif serta dukungan yang lebih luas terhadap agenda prioritas kehutanan nasional. Ant/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!