Sebulan Menuju Piala Dunia 2026: Antusias Fans Tertahan Harga Tiket Mahal dan Isu Politik
📅 Senin, 11 Mei 2026, 06:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Saya tidak tahu angkanya sebesar itu,” kata Trump kepada New York Post. “Saya tentu ingin hadir, tetapi jujur saja saya juga tidak akan membayarnya.”
Selain harga tiket, situasi politik di Amerika Serikat juga menjadi perhatian besar. Negeri Paman Sam akan menjadi tuan rumah untuk 78 dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026.
Kembalinya Trump ke Gedung Putih mengubah citra awal turnamen yang sebelumnya dipromosikan sebagai simbol persatuan tiga negara Amerika Utara.
Sejak kembali menjabat, Trump beberapa kali melontarkan pernyataan kontroversial mengenai Kanada sebagai “negara bagian ke-51” Amerika Serikat, sembari memicu perang dagang dengan dua negara tetangganya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Human Rights Watch menilai Piala Dunia berpotensi diwarnai “eksklusi dan ketakutan” akibat kebijakan keras Trump terhadap imigrasi, demonstrasi, dan kebebasan pers. Sementara itu, Amnesty International memperingatkan turnamen bisa berubah menjadi “panggung represi”.
Situasi semakin rumit setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu mengguncang ekonomi global. World Bank bahkan memperingatkan konflik di Timur Tengah tersebut dapat mendorong jutaan orang ke jurang kelaparan.
Perang tersebut juga memunculkan ketidakpastian terkait partisipasi Iran di Piala Dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara tuan rumah terlibat konflik militer dengan salah satu peserta menjelang turnamen berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump sempat menyarankan Iran mundur demi “keselamatan mereka sendiri”.
Namun, Infantino memastikan Iran tetap tampil sesuai jadwal. Iran akan memainkan seluruh pertandingan fase grup di Amerika Serikat setelah permintaan mereka untuk dipindahkan ke Meksiko ditolak FIFA.
“Tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026,” ujar Infantino dalam Kongres FIFA di Vancouver pada 30 April lalu. “Dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat.”
Trump kemudian melunak dan mengaku “tidak masalah” dengan kehadiran Iran di turnamen.
FIFA berharap seluruh kontroversi itu akan terlupakan ketika kompetisi dimulai dan sepak bola kembali menjadi pusat perhatian dunia.
Juara bertahan Argentina bersama megabintang Lionel Messi masuk dalam jajaran favorit juara. Selain Argentina, juara Eropa Spanyol, kampiun Piala Dunia 2018 Prancis, serta Inggris yang masih memburu gelar besar pertama sejak 1966 juga diprediksi menjadi kandidat kuat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!