Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Evaluasi Tata Ruang untuk Tangani Banjir Dataran Tinggi
📅 Minggu, 10 Mei 2026, 17:02 WIB | Oleh: AlfredCIANJUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melakukan evaluasi mendalam terhadap tata ruang kawasan hulu guna mengatasi fenomena banjir di wilayah dataran tinggi.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Minggu, mengatakan langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki tata kelola lingkungan serta menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah dataran tinggi di Cianjur, terutama wilayah utara.
Banjir yang melanda dataran tinggi menjadi perhatian serius pemerintah daerah, kata dia, karena sebelumnya wilayah tersebut dikenal relatif aman dari banjir, namun alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko banjir di wilayah hulu.
“Ini sangat mengkhawatirkan, karena wilayah dataran tinggi terjadi banjir, karena hasil kajian menunjukkan perubahan fungsi lahan dari tanaman keras menjadi perkebunan sayuran berdampak terhadap menurunnya daya serap tanah," katanya.
Lahan yang sebelumnya ditanami kopi dan teh banyak dialihfungsikan menjadi lahan pertanian sayuran. Dengan kondisi tersebut, kata dia, dapat memicu meningkatnya lintasan air saat hujan deras sehingga memperbesar potensi banjir mengenangi perkampungan di bawahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan alih fungsi lahan dari tanaman keras menjadi perkebunan sayuran menjadi salah satu faktor paling menonjol dalam kajian lintas dinas, sehingga terjadi erosi yang membuat air langsung mengenangi perkampungan warga di kaki gunung.
Bupati Wahyu menegaskan pembangunan dan aktivitas ekonomi tetap harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan agar risiko bencana dapat ditekan dan saat membuka lahan pertanian diikuti dengan penanaman pohon keras agar dapat menyerap air.
“Harapan kami langkah bersama dengan pemerintah provinsi dapat memperbaiki tata ruang dan pengelolaan kawasan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Cianjur,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti diberitakan Pemprov Jabar memberikan upah Rp2 juta per bulan pada petani di bawah kaki Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, yang semula berladang beralih menanam pohon untuk program pelestarian alam guna mencegah terjadinya bencana.
Pada pelaksanaannya setiap petani akan menggarap satu hingga dua hektar elahan, dimana hal tersebut sudah diterapkan di sejumlah wilayah lainnya di Jabar, sebagai upaya mengembalikan fungsi alam dan menjaga amanah dari leluhur Tatar Sunda.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan bencana alam di sejumlah wilayah di Cianjur termasuk jarang terjadi, terutama di dataran tinggi, seperti di kawasan Puncak-Cianjur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!