Rupiah Hari Ini Tersungkur, Pasar Panik Usai Serangan AS ke Iran
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan rupiah pasca serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran mencerminkan tingginya sensitivitas pasar keuangan terhadap risiko geopolitik global.
Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu lonjakan permintaan aset aman seperti dolar AS, sementara mata uang emerging market termasuk rupiah mengalami tekanan akibat arus keluar modal asing dan meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Ketidakpastian di kawasan strategis seperti Selat Hormuz juga memicu kekhawatiran kenaikan harga minyak yang dapat memperbesar beban impor energi Indonesia dan menekan neraca transaksi berjalan.
Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia diperkirakan akan memperkuat intervensi pasar dan menjaga stabilitas likuiditas guna meredam volatilitas nilai tukar.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Jumat (8/5), melemah 49 poin atau 0,28 persen menjadi Rp17.382 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.333 per dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan pelemahan rupiah meningkat seiring tensi di Timur Tengah menengah pasca penyerangan AS ke Iran.
“Tensi di Timur Tengah kembali meningkat pasca penyerangan AS ke Iran di hari ini. Alhasil, harga minyak global kembali meningkat dan dolar AS kembali terapresiasi secara luas,” ungkapnya di Jakarta.
Mengutip Sputnik, Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari mengatakan bahwa AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang beberapa wilayah Iran, termasuk pantai pelabuhan Khamir, kota Sirik dan Pulau Qeshm, serta dua kapal Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angkatan bersenjata Iran segera membalas, menyerang kapal perang Amerika di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar, menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Sebagai tanggapan, Komando Pusat AS mengatakan bahwa militer AS "menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran tempat serangan dilakukan terhadap pasukan AS.
Sepanjang pekan, menurut Josua, rupiah bergerak sideways seiring melemah pada awal pekan, dan kemudian sempat menguat di akhir sesi, akibat dukungan Tiongkok terhadap negosiasi perdamaian di Timur Tengah. Namun, kemudian kembali melemah di hari Jumat ini.
“Pada perdagangan pekan depan, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas di level Rp17.300-Rp17.425 per dolar AS,” ucap dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat ini juga bergerak melemah ke level Rp17.375 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.362 per dolar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!