Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal Bond Stabilization Fund, Senjata Stabilitas yang Kembali Dipakai Jaga Rupiah

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

  1. Surplus lembaga keuangan negara

Lembaga seperti perusahaan pengelola dana pensiun, asuransi negara, atau bank milik pemerintah dapat menjadi sumber stabilisasi tidak langsung karena mereka memiliki aset obligasi dalam jumlah besar dan bisa melakukan pembelian saat pasar melemah.

  1. Hasil penerbitan utang baru (refinancing window)

Dalam kondisi tertentu, pemerintah dapat menerbitkan obligasi baru untuk mendukung stabilisasi pasar, terutama jika intervensi dilakukan untuk meredam volatilitas jangka pendek.

Secara prinsip, dana ini tidak selalu berupa “satu rekening khusus”, tetapi bisa berupa kombinasi dari berbagai sumber likuiditas negara yang siap digunakan untuk menjaga agar pasar obligasi tetap stabil dan tidak mengalami tekanan ekstrem

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

15 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.