G7 di Paris Bahas Mineral Kritis, Ancaman Tarif AS ke Eropa Membayangi

Kamis, 07 Mei 2026, 01:00 WIB

PARIS – Para menteri perdagangan G7 membuka pertemuan di Paris, Prancis, pada Selasa (5/5) untuk membahas berbagai isu, termasuk mineral penting, namun diperkirakan tidak akan secara langsung menyinggung ancaman terbaru Amerika Serikat (AS) terkait tarif tambahan bagi kendaraan Eropa.

Seperti dilansir dari AFP, pertemuan yang berlangsung hingga Rabu ini digelar di tengah gejolak ekonomi global akibat perang di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Ket. Foto: Para menteri perdagangan G7 membuka pertemuan di Paris, Prancis, pada Selasa (5/5) untuk membahas berbagai isu yang akan diadakan Juni di Evian, Paris, Rabu (6/5). — Sumber: AFP/Christophe PETIT TESSON/POOL

Ancaman Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu untuk menaikkan tarif mobil dan truk dari Uni Eropa kemungkinan akan dibahas secara terpisah.

AS dan Uni Eropa (UE) sebelumnya telah mencapai kesepakatan pada musim panas lalu untuk membatasi tarif AS atas mobil dan suku cadang dari UE sebesar 15 persen, lebih rendah dibandingkan tarif 25 persen yang dikenakan Trump kepada banyak mitra dagang lainnya.

Pada akhir Maret, parlemen Uni Eropa memberikan persetujuan awal terhadap kesepakatan tersebut dengan sejumlah syarat, meski masih memerlukan persetujuan negara anggota.

Menuduh UE tidak mematuhi kesepakatan, Trump pada Jumat menyatakan akan menaikkan tarif kendaraan sebagai respons.

Kantor Menteri Perdagangan Prancis Nicolas Forissier menyebut awal pekan ini bahwa negara-negara Eropa akan membahas ancaman tersebut, namun “bukan dalam kerangka G7”.

Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic di Paris, serta bertemu Menteri Ekonomi Prancis Roland Lescure.

Dalam sesi informal komunitas bisnis Prancis, Greer melalui video menyatakan bahwa AS memandang “kebijakan perdagangan terutama sebagai kebijakan domestik”.

“Amerika Serikat mengambil tindakan secara sepihak, tetapi juga bersama dengan mitra yang bersedia,” ujarnya.

“Kami memandang prioritas yang diusung Prancis sebagai tuan rumah G7 tahun ini sebagai pelengkap upaya AS di bidang perdagangan,” tambahnya.

Pada Rabu, para menteri perdagangan G7 (Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat) dijadwalkan membahas empat prioritas yang ditetapkan oleh kepresidenan Prancis.

Empat Prioritas

Prioritas pertama adalah menemukan respons kolektif dan efektif terhadap kelebihan kapasitas industri yang melemahkan perdagangan bebas.

Meski tidak secara formal menyasar Tiongkok, subsidi negara tersebut di sejumlah sektor telah lama memicu ketegangan dagang.

Prioritas kedua adalah keamanan ekonomi, khususnya mengamankan dan mendiversifikasi pasokan mineral penting yang dibutuhkan untuk produk strategis seperti chip komputer, baterai kendaraan listrik, dan magnet super.

Prancis mendorong pembentukan sistem kerja sama antara negara produsen, pengolah, dan konsumen yang berkomitmen pada praktik yang baik.

Para menteri juga akan membahas kegagalan putaran terbaru negosiasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada bulan Maret, di tengah peran lembaga tersebut sebagai wasit perdagangan yang melemah akibat intervensi AS selama bertahun-tahun.

“Tujuannya adalah agar organisasi ini lebih siap menghadapi tantangan saat ini,” kata kantor Forissier.

Selain itu, pembahasan mencakup penjualan lintas batas melalui situs e-commerce yang menghasilkan volume besar paket kecil yang kerap lolos dari bea masuk dan menimbulkan persaingan tidak sehat bagi peritel lokal.

Tahun lalu, AS menghentikan pembebasan tarif untuk paket kecil di bawah 800 dollar AS, sementara Uni Eropa akan menerapkan tarif tetap untuk paket bernilai di bawah 150 euro (175 dollar AS) mulai musim panas ini.

Pertemuan puncak kepala negara dan pemerintahan G7 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15–17 Juni di Kota Evian, Prancis timur, di sepanjang tepi Danau Jenewa.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.