• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 26 Tahun Menunggu, Marvel ...

26 Tahun Menunggu, Marvel Tebus Dosa Lama X-Men, Cyclops Akhirnya Tampil dengan Kostum Ikonik

Selasa, 11 Agu 2026, 00:02 WIB

Selama lebih dari dua dekade, ada satu hal yang kerap membuat penggemar X-Men merasa film live-action belum benar-benar menghadirkan tampilan para mutan seperti di komik: kostumnya.

Ketika X-Men pertama dirilis pada 2000, para mutan justru tampil dengan kostum kulit hitam yang seragam. Bahkan Cyclops yang dalam komik identik dengan warna biru-kuning harus meninggalkan tampilan ikoniknya demi pendekatan yang dianggap lebih realistis dan serius.

Ket. Foto: Avengers: Doomsday menjadi titik penting karena para X-Men era Fox akhirnya ditempatkan berdampingan dengan karakter Marvel Studios lainnya. Film ini juga menjadi bagian dari cerita besar menuju Avengers: Secret Wars, sekaligus menjadi jembatan menuju era baru X-Men di MCU. — Sumber: Istimewa

Kini, Marvel Studios tampaknya memilih jalan berbeda.

Dari ScreenRant, lewat Avengers: Doomsday, para X-Men generasi lama kembali dengan penampilan yang jauh lebih dekat dengan sumber komiknya. Film yang dijadwalkan tayang 18 Desember 2026 ini menghadirkan kembali Patrick Stewart sebagai Professor X, Ian McKellen sebagai Magneto, serta James Marsden sebagai Cyclops. Marvel sendiri telah merilis teaser yang memperlihatkan ketiganya. 

Yang paling mencuri perhatian adalah Cyclops.

James Marsden kini mengenakan kostum biru-kuning yang secara visual jauh lebih dekat dengan desain klasik Cyclops. Kostum tersebut dilengkapi visor khas, detail kuning pada bagian tubuh dan sepatu, serta sabuk utilitas dengan simbol X-Men. Penampilan lengkap kostum itu bahkan telah diperlihatkan kepada publik di San Diego Comic-Con 2026. 

Perubahan tersebut terasa semakin menarik karena Marsden sendiri pernah mengenakan kostum kulit hitam ketika pertama kali memainkan Cyclops 26 tahun lalu.

Dalam wawancara, Marsden mengungkapkan bahwa kostum lama terasa sangat ketat dan membatasi gerak. Sebaliknya, mengenakan kostum baru yang lebih menyerupai versi komik membuatnya merasa sangat berbeda ketika kembali menjadi Scott Summers. 

Bukan hanya Cyclops.

Materi promosi dan desain karakter Doomsday juga memperlihatkan pendekatan yang lebih berani terhadap tampilan X-Men. Professor X, Magneto, Beast, Mystique, Nightcrawler dan Gambit termasuk karakter yang kembali, sementara desain mereka dibuat dengan mengambil inspirasi lebih kuat dari komik. 

Bahkan Nightcrawler yang dulu dimainkan Alan Cumming dalam X2: X-Men United akhirnya mendapatkan kesempatan tampil dengan desain yang jauh lebih dekat dengan karakter komiknya. 

Menariknya, keputusan ini datang setelah film-film superhero modern membuktikan bahwa kostum komik ternyata tidak harus terlihat konyol ketika diterjemahkan ke layar lebar.

Deadpool & Wolverine sebelumnya sudah menunjukkan bahwa kostum berwarna-warni dan sangat dekat dengan komik bisa diterima penonton. Kini Marvel tampaknya ingin membawa pendekatan tersebut lebih jauh melalui Avengers: Doomsday.

Dan efeknya sudah terasa.

Simu Liu, yang juga bergabung dalam film sebagai Shang-Chi, disebut sangat antusias ketika melihat kostum baru Cyclops. James Marsden bahkan menceritakan bagaimana sejumlah pemeran lain ikut bersemangat melihat X-Men akhirnya tampil dengan kostum yang benar-benar menyerupai versi komik. 

Bagi Marvel, perubahan ini bukan sekadar urusan kostum.

Avengers: Doomsday menjadi titik penting karena para X-Men era Fox akhirnya ditempatkan berdampingan dengan karakter Marvel Studios lainnya. Film ini juga menjadi bagian dari cerita besar menuju Avengers: Secret Wars, sekaligus menjadi jembatan menuju era baru X-Men di MCU. 

Karena itu, keputusan Marvel untuk meninggalkan tradisi kostum kulit hitam dan menghadirkan X-Men dengan warna serta desain yang lebih setia pada komik terasa seperti sebuah koreksi atas keputusan kreatif masa lalu.

Ironisnya, kalimat Cyclops dalam film X-Men pertama—ketika ia mempertanyakan apakah mereka benar-benar harus memakai kostum kuning seperti di komik—kini terasa seperti masa lalu yang akhirnya dibalik.

Setelah 26 tahun, Cyclops akhirnya benar-benar mendapatkan kostum X-Men yang selama ini diinginkan penggemar.

Dan jika Doomsday berhasil menerjemahkan desain tersebut ke dalam adegan aksi tanpa membuatnya terasa seperti kostum cosplay, Marvel mungkin baru saja menemukan formula yang selama ini hilang dari film-film X-Men.

  • Avengers: Doomsday

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.