• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Review Kritikus dalam 20 M...

Review Kritikus dalam 20 Menit Awal, The End of Oak Street Disebut Punya Teror yang Lebih Gelap dan Kejutan Tak Terduga

Selasa, 11 Agu 2026, 00:01 WIB

Bayangkan sebuah lingkungan permukiman Amerika yang tampak normal. Rumah-rumah, jalanan, keluarga yang menjalani kehidupan sehari-hari—semuanya terlihat biasa.

Sampai sebuah peristiwa kosmik misterius tiba-tiba mengubah segalanya.

Ket. Foto: Sejumlah petunjuk membuat sebagian pengamat menduga film ini mungkin memiliki hubungan tersembunyi dengan semesta Cloverfield. — Sumber: Istimewa

Dari Entertainment Weekly dan sejumlah sumber, dalam The End of Oak Street, sebuah kawasan bernama Oak Street seperti terlepas dari dunia asalnya dan berpindah ke tempat yang sama sekali tidak dikenal. Ketika keluarga Platt mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi, mereka mendapati bahwa lingkungan baru itu bukan sekadar asing.

Dinosaurus berkeliaran di sekeliling mereka.

Film terbaru David Robert Mitchell ini memang sangat mudah dibandingkan dengan Jurassic Park. Tetapi sejumlah materi awal justru menunjukkan bahwa Mitchell berusaha membuat film yang jauh berbeda dari sekadar film monster prasejarah.

Film ini dibintangi Anne Hathaway, Ewan McGregor, Maisy Stella dan Christian Convery. Mitchell, yang sebelumnya dikenal lewat It Follows dan Under the Silver Lake, juga menulis sekaligus menyutradarainya. J.J. Abrams menjadi salah satu produser melalui Bad Robot. 

Bukan cuma soal dinosaurus

Salah satu hal paling menarik dari film ini adalah bagaimana dinosaurus ditempatkan.

Menurut David Robert Mitchell, ide film tersebut justru bermula dari sebuah gambaran sederhana: bagaimana jika seekor dinosaurus tiba-tiba muncul di lingkungan suburban biasa?

Dari gagasan sederhana itu, Mitchell kemudian mengembangkan cerita yang mencampurkan kehidupan keluarga, misteri, ketegangan, humor dan survival. Ia bahkan menyebut The Twilight Zone, Poltergeist, Signs dan The Valley of Gwangi sebagai beberapa sumber inspirasi, selain tentu saja kecintaannya terhadap film dinosaurus klasik. 

Karena itu, jangan berharap film ini hanya mengulang formula Jurassic Park.

Mitchell tampaknya lebih tertarik pada pertanyaan: apa yang terjadi pada sebuah keluarga biasa ketika dunia yang mereka kenal tiba-tiba lenyap?

Kesan dari 20 menit cuplikan

Salah satu laporan paling menarik datang dari SlashFilm, yang mendapat kesempatan menyaksikan sekitar 20 menit cuplikan film.

Kesan awalnya cukup positif.

Film tersebut dinilai memiliki nuansa nostalgia film petualangan era 1970-an dan 1980-an. Bahkan ada kesan bahwa Mitchell sengaja membawa kembali gaya blockbuster klasik yang tidak langsung menjelaskan seluruh misterinya kepada penonton. 

Namun, yang lebih menarik adalah nada filmnya.

Di balik tampilan seperti petualangan keluarga, terdapat beberapa momen yang terasa jauh lebih mengganggu. SlashFilm menilai film ini berpotensi memiliki sisi yang lebih keras dan menegangkan daripada kesan awalnya.

Artinya, The End of Oak Street mungkin tidak sepenuhnya menjadi film dinosaurus ringan.

Ada unsur thriller dan horror yang cukup kuat di dalamnya.

Visual dinosaurus mendapat perhatian

Trailer film juga mendapat respons positif dari sejumlah media.

Deccan Reviews, misalnya, menilai perpaduan antara fiksi ilmiah, survival, drama keluarga dan misteri terasa menjanjikan. Mereka juga memberikan perhatian khusus pada tampilan dinosaurus yang dianggap cukup meyakinkan dan memiliki skala visual yang terasa besar. 

Sementara itu, Cinema Sight memiliki penilaian yang lebih hati-hati. Mereka melihat potensi konsepnya, tetapi menilai trailer awal masih terlalu mengandalkan misteri dan belum sepenuhnya menunjukkan kekuatan film tersebut. Trailer keduanya dinilai lebih efektif karena meningkatkan ketegangan dan memperlihatkan sedikit sisi yang lebih gelap. 

Jadi, respons awalnya belum sepenuhnya seragam.

Ada yang melihatnya sebagai film sci-fi unik dengan atmosfer retro, sementara sebagian lainnya masih mempertanyakan apakah misterinya benar-benar akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan.

Misteri justru menjadi senjata utama

Salah satu kekuatan terbesar The End of Oak Street tampaknya adalah ketidakjelasan mengenai apa sebenarnya yang terjadi pada Oak Street.

Mengapa seluruh lingkungan tersebut bisa berpindah?

Ke mana mereka sebenarnya pergi?

Apakah mereka berada di masa lalu, dunia alternatif, atau sesuatu yang sama sekali berbeda?

Mitchell memang dikenal sebagai pembuat film yang tidak selalu memberikan semua jawaban dengan mudah. Karena itu, ada kemungkinan misteri tersebut sengaja dipertahankan sepanjang film.

Hal ini juga membuat filmnya terasa berbeda dari film dinosaurus konvensional.

Dinosaurus bukan satu-satunya ancaman.

Pertanyaan mengenai dunia tempat keluarga Platt terjebak justru bisa menjadi misteri terbesar film ini.

Ada sedikit aroma Cloverfield

Menariknya, teori lain juga mulai muncul di kalangan penggemar.

Sejumlah petunjuk membuat sebagian pengamat menduga film ini mungkin memiliki hubungan tersembunyi dengan semesta Cloverfield. Dugaan tersebut antara lain muncul karena film sebelumnya memiliki judul kerja Flowervale Street, keterlibatan Bad Robot, konsep peristiwa kosmik, hingga gagasan tentang lingkungan yang tiba-tiba berpindah ke realitas yang berbeda. 

Namun sampai sekarang, belum ada konfirmasi resmi bahwa The End of Oak Street merupakan bagian dari franchise Cloverfield.

Jadi teori tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai spekulasi penggemar, bukan fakta.

Kesimpulan: film yang masih menyimpan kartu rahasia

Yang jelas, The End of Oak Street menawarkan kombinasi yang cukup tidak biasa.

Ada Anne Hathaway dan Ewan McGregor sebagai pasangan, ada keluarga yang berusaha bertahan hidup, ada dinosaurus, ada misteri kosmik, dan ada atmosfer film petualangan klasik era 1980-an.

Tetapi di balik semuanya, David Robert Mitchell tampaknya menyelipkan sesuatu yang lebih gelap.

Itulah yang membuat film ini menarik.

Bukan karena “dinosaurus muncul di pinggir kota”, melainkan karena film ini mencoba menggabungkan keajaiban film petualangan klasik dengan ketegangan dan keganjilan khas David Robert Mitchell.

Film ini dijadwalkan tayang di Indonesia pada 12 Agustus 2026, sementara Amerika Serikat mendapat perilisan pada 14 Agustus. Warner Bros. juga menyiapkannya untuk layar IMAX. 

Dan untuk saat ini, satu hal perlu digarisbawahi: review kritikus final belum tersedia secara luas. Jadi kesan positif di atas masih merupakan respons terhadap trailer dan cuplikan awal, bukan penilaian terhadap keseluruhan film. 

  • Film The End of Oak Street

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.