Status Darurat Nasional, Korban Gempa 7,4 Kolombia Tembus 70 Orang

Selasa, 11 Agu 2026, 01:28 WIB

BOGOTA - Kolombia menetapkan status darurat nasional setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah barat negara tersebut pada Senin (10/8).

Dari France 24, guncangan kuat itu menyebabkan bangunan runtuh, warga terjebak di bawah reruntuhan, sementara sejumlah wilayah melakukan evakuasi untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

Ket. Foto: Warga dan petugas darurat menggali puing-puing bangunan yang sebagian runtuh setelah gempa bumi, di Pereira, Kolombia — Sumber: Istimewa

Hingga laporan terbaru, sedikitnya 70 orang dilaporkan meninggal dunia. Jumlah korban terbesar tercatat di Provinsi Risaralda, kawasan penghasil kopi yang berada di bagian barat Kolombia.

Gubernur Risaralda, Juan Diego Patino, melaporkan sedikitnya 42 orang meninggal di wilayahnya. Sementara 27 korban lainnya berada di Departemen Valle del Cauca dan dua orang dilaporkan meninggal di Manizales.

Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah karena tim penyelamat terus menyisir sejumlah bangunan yang ambruk dan mencari kemungkinan korban lain.

Cali menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah

Kota Cali, salah satu kota terbesar di Kolombia, termasuk wilayah yang mengalami kerusakan cukup berat.

Wali Kota Cali Alejandro Eder mengatakan setidaknya 30 bangunan runtuh. Tim penyelamat kemudian dikerahkan ke sekitar 10 lokasi untuk mencari warga yang kemungkinan masih berada di dalam reruntuhan.

Petugas pemadam kebakaran dan Palang Merah Kolombia juga terlihat mengevakuasi seorang korban dari salah satu bangunan yang ambruk.

Besarnya kekuatan gempa membuat kepanikan meluas. Sejumlah warga berhamburan keluar dari bangunan dan memilih berada di ruang terbuka untuk menghindari risiko tertimpa bangunan maupun menghadapi gempa susulan.

Seorang warga Cali, Jorge Moncayo, menggambarkan guncangan tersebut sebagai salah satu gempa paling kuat yang pernah ia rasakan.

Dari kawasan perbukitan tempat tinggalnya, Moncayo melihat kepulan debu muncul dari berbagai penjuru kota ketika sejumlah bangunan runtuh.

Bandara ikut terdampak

Gempa juga mengganggu aktivitas transportasi udara.

Otoritas penerbangan sipil Kolombia menghentikan sementara penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago dan Buenaventura.

Penghentian dilakukan agar petugas dapat memeriksa kondisi landasan maupun struktur fasilitas bandara dan memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan penerbangan.

Sementara itu, sejumlah pejabat daerah meminta warga tetap waspada karena potensi gempa susulan masih menjadi perhatian.

Wali Kota Manizales bahkan mengimbau masyarakat untuk sementara berada di luar bangunan sebagai langkah antisipasi.

Guncangan terasa hingga negara lain

Dampak gempa tidak hanya dirasakan di Kolombia.

Getaran juga dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di Venezuela, termasuk Negara Bagian Táchira yang berbatasan langsung dengan Kolombia serta Barquisimeto di bagian tengah-barat Venezuela.

Guncangan tersebut menunjukkan betapa luasnya energi gempa yang dilepaskan dari wilayah barat Kolombia.

Di tengah situasi tersebut, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan terus memantau perkembangan di kawasan yang terdampak dan situasi kemanusiaan setelah gempa.

Dengan status darurat nasional yang telah diberlakukan, pemerintah Kolombia kini mengerahkan sumber daya untuk penanganan korban, pencarian dan penyelamatan, sekaligus mendata kerusakan.

Fokus utama masih tertuju pada wilayah yang bangunannya mengalami kerusakan berat.

Dengan puluhan korban jiwa dan puluhan bangunan dilaporkan runtuh, gempa 7,4 magnitudo ini menjadi salah satu bencana besar yang mengguncang Kolombia pada 2026. Namun, proses pencarian belum berakhir, sehingga jumlah korban masih berpotensi bertambah.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.