Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Terseret Perang Bayangan: Duel AS–Iran di Selat Hormuz Picu Kepanikan Pasar!

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Terseret Perang Bayangan: Duel AS–Iran di Selat Hormuz Picu Kepanikan Pasar! Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Perebutan kendali antara AS dan Iran di Selat Hormuz menjadi katalis eksternal utama yang menekan rupiah melalui jalur energi dan sentimen pasar global.

Selat ini merupakan jalur vital sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan—baik blokade maupun eskalasi militer—langsung memicu lonjakan harga minyak global.

Kenaikan harga energi tersebut memperbesar beban impor Indonesia sebagai net importir, memperlebar defisit transaksi berjalan, dan meningkatkan risiko inflasi domestik.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (5/5), melemah 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.424 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah karena perebutan kendali atas Selat Hormuz antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

“Sentimen pasar tetap rapuh setelah pertukaran militer yang kembali terjadi pada Senin (4/5), ketika pasukan AS dan Iran melancarkan serangan baru di Teluk karena kedua pihak berupaya untuk menegaskan kendali atas jalur air strategis tersebut,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Mengutip Sputnik, pasukan bersenjata AS melepaskan tembakan terhadap dua kapal sipil yang sedang mengangkut barang dari Khasab, Oman, menuju Iran hingga menewaskan lima orang.

Pada Senin (4/5), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan Iran telah menembaki kapal perang AS dan kapal komersial, sehingga Amerika membalas tembakan dan menghancurkan kapal-kapal kecil milik Iran.

Namun, stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber militer senior setempat yang menyebut pernyataan Amerika itu tidak benar. Iran dinyatakan hanya mencegah kapal-kapal AS melintas di jalur air itu dengan menembakkan dua rudal ke arah satu kapal perang AS.

“Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” kata Ibrahim.

Melihat sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026.

Konsumsi masyarakat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026. Kinerja konsumsi rumah tangga pada periode ini didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan Hari Besar Keagamaan (Nyepi dan Idul Fitri).

“Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) atau gaji ke-14, serta penetapan BI-Rate pada level 4,75 persen juga turut mendorong konsumsi masyarakat,” ujar dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa ini juga bergerak melemah ke level Rp17.425 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.368 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.