Thriller Aksi Indonesia 'Ratu Malaka' Mulai Dipasarkan Menjelang Cannes Film Market
📅 Minggu, 03 Mei 2026, 00:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBlue Finch Films telah memperoleh hak penjualan global untuk film thriller aksi kriminal Indonesia “ Queen of Malacca” atau "Ratu Malaka" kecuali beberapa wilayah di Asia Tenggara.
Dari Variety, perusahaan yang berbasis di Inggris ini mengumumkan akuisisi tersebut menjelang Cannes Film Market, di mana produksi Visinema Pictures akan menayangkan cuplikan pertamanya di Frontières Buyers Showcase . Proyek ini pertama kali diungkapkan oleh Variety di Cannes Film Market 2025.
Hulu dan Freeform memesan acara realitas 'Million Dollar Nannies,' yang mengikuti para pengasuh bayi muda dan menarik di Ibiza.
Sebagai bagian dari Platform Frontières, film ini menelusuri perjalanan Rafah, seorang wanita yang bergerak di dunia yang dibangun di atas ritual dan kekerasan, dan mengubah dirinya menjadi sosok yang berkuasa. Karakter-karakter dari semesta “Ratu Malaka” melakukan debut publik mereka di Festival Film Asia Jogja-Netpac 2025 , menarik minat yang signifikan dari delegasi industri dan penonton.
Angga Dwimas Sasongko – yang dikenal secara internasional melalui film “Pencurian Raden Saleh” dan “13 Bom” – menyutradarai film ini berdasarkan skenario yang ia tulis bersama Irfan Ramli. Film ini diproduseri oleh Sasongko dan Kori Adyaning, dengan Michael Rainheart dan Janice Angelica sebagai co-produser.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemeran Hope diisi oleh Claresta Taufan, Dion Wiyoko, Ganindra Bimo, dan Faris Fadjar, dengan peran pendukung dari Jihane Almira, Lutesha, Wulan Guritno, dan Marcella Zalianty. Koreografi pertarungan ditangani oleh Chan Man-Ching bersama praktisi seni bela diri Indonesia Reza Hilman.
“'Ratu Malaka adalah kisah epik kriminal yang menegangkan yang diceritakan melalui sudut pandang perempuan Asia Tenggara yang berani, di mana bertahan hidup menuntut penemuan jati diri baru, dan kekuasaan datang dengan harga yang brutal dan tidak dapat diubah,” kata Sasongko.
“Kami sangat terpesona oleh konsep dan kekuatan pembuatan film di balik 'Queen of Malacca' – sebuah epik seni bela diri yang menggabungkan aksi wuxia yang mendebarkan, kekerasan brutal, dan okultisme. Kami tidak sabar menunggu khalayak luas untuk menyaksikan dunia aksi yang dahsyat dan menakjubkan yang diciptakan oleh Angga Dwimas Sasongko,” tambah Mike Chapman dari Blue Finch Films.
Daftar film yang saat ini diproduksi oleh Blue Finch meliputi film produksi Rotterdam berjudul “Bowels of Hell” dari perusahaan produksi pemenang Oscar, RT Features, film-film pilihan SXSW “American Dollhouse” dan “Imposters,” serta film pilihan Tribeca “Recluse.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!