Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

The Fed Pasang Mode Santai, Tapi Ekonom Sudah Cium Arah Kebijakan Baru

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
The Fed Pasang Mode Santai, Tapi Ekonom Sudah Cium Arah Kebijakan Baru Doc: ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson.
Ket. Arsip Foto - Orang-orang berjalan di luar Federal Reserve Bank of New York di New York City, AS, Rabu (18/3/2020).

JAKARTA – Keputusan Federal Reserve atau The Fed yang menahan suku bunga acuan bisa dibilang seperti “nahan napas dulu” di tengah kondisi ekonomi yang masih belum pasti.

Mereka memilih untuk tidak buru-buru naik atau turun, sambil melihat arah inflasi dan pertumbuhan ekonomi ke depan.

Buat pasar, langkah ini jadi sinyal bahwa The Fed masih bermain aman—nggak mau ambil risiko terlalu cepat.

Di satu sisi, ini bisa bikin pasar sedikit lebih tenang, tapi di sisi lain juga bikin pelaku ekonomi tetap waspada karena arah kebijakan selanjutnya masih penuh tanda tanya.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai keputusan bank sentral AS, The Fed menahan suku bunga menjadi sinyal perubahan pendekatan kebijakan global ke depan.

Proyeksi itu diperkuat dengan adanya wacana figur seperti Kevin Warsh yang cenderung membawa pendekatan kebijakan yang lebih berbasis realisasi dibandingkan forward guidance.

"Jika kebijakan global bergeser menjadi less forward-looking dan lebih reactive terhadap realisasi inflasi dan risiko aktual, maka volatilitas akan menjadi the new normal. Ini berarti negara seperti Indonesia harus jauh lebih sigap dan tegas dalam menjaga stabilitas," ujar Fakhrul di Jakarta, Kamis (30/4).

Sebelumnya, Fed menahan suku bunga di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen pada Rabu (29/4/2026).

Keputusan Fed untuk kembali menahan suku bunga menegaskan bahwa ketidakpastian global masih menjadi realitas utama yang harus dihadapi seluruh negara, termasuk Indonesia.

Ketua Fed Jerome Powell menunjukkan pendekatan yang semakin berhati-hati, sebuah sinyal bahwa tekanan inflasi dan risiko global belum sepenuhnya mereda.

Dalam konteks domestik, Fakhrul menekankan bahwa saat ini rupiah berada dalam fase overshooting, yaitu kondisi di mana tekanan nilai tukar bergerak melampaui fundamental jangka pendek dan sedang dalam proses mencari titik keseimbangan baru.

"Rupiah saat ini sedang berada dalam fase overshooting, mencari kestabilan barunya di tengah tekanan global. Dalam fase seperti ini, pasar membutuhkan sinyal yang jelas bahwa otoritas siap menjaga stabilitas. Begitu BI menunjukkan langkah siap melakukan monetary tightening, Siap-siap rupiah akan bisa kembali menguat," jelas Fakhrul.

Oleh karena itu, ia menilai bahwa Bank Indonesia (BI) perlu mulai menunjukkan tightening bias yang lebih kuat sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas dan meredam tekanan eksternal.

"Respons hawkish dari Bank Indonesia menjadi penting, bukan hanya untuk menahan tekanan nilai tukar, tetapi juga untuk mengelola ekspektasi pasar. Ini bukan soal mengejar The Fed, tetapi soal menjaga kepercayaan terhadap stabilitas domestik," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

1.5 jam yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.