Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Tiket Piala Dunia Melonjak, Ancaman Penipuan Siber Kian Mengintai

📅 Jumat, 01 Mei 2026, 07:00 WIB | Oleh:
Harga Tiket Piala Dunia Melonjak, Ancaman Penipuan Siber Kian Mengintai Doc: AFP
Ket. Ilustrasi Piala Dunia 2026

VANCOUVER — Lonjakan harga tiket dan biaya perjalanan pada Piala Dunia tahun ini dinilai membuka celah lebih besar bagi penipuan siber, seiring meningkatnya jumlah penggemar yang tergiur tawaran palsu demi mendapatkan tiket dengan harga lebih murah.

Peringatan tersebut disampaikan CEO sekaligus pendiri Feedzai, Nuno Sebastiao, yang menilai ajang olahraga global seperti Piala Dunia selalu menjadi “ladang subur” bagi pelaku kejahatan.

“Acara besar seperti Piala Dunia adalah mimpi bagi para penipu,” ujar Sebastiao. “Biaya yang tinggi membuat orang terus mencari penawaran terbaik, dan di situlah para pelaku kejahatan memanfaatkan situasi.”

Menurutnya, karakteristik penggemar sepak bola yang umumnya bukan berasal dari kelompok berpenghasilan tinggi turut meningkatkan kerentanan terhadap penipuan. Keinginan besar untuk menyaksikan langsung pertandingan, namun terbatas secara finansial, membuat banyak orang mudah tergoda oleh penawaran yang tampak menguntungkan.

Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait langkah perlindungan tambahan bagi para penonton atau imbauan khusus untuk menghindari penipuan.

Laporan terbaru dari The Knoble memperkirakan Piala Dunia akan memicu lebih dari 28.500 transaksi keuangan mencurigakan di seluruh dunia. Modus yang paling umum diprediksi terjadi pada penjualan tiket, perjalanan, dan penipuan daring.

Sebastiao juga menyoroti bahwa banyak operasi penipuan dijalankan oleh jaringan kriminal berskala internasional, bahkan dalam beberapa kasus diduga mendapat dukungan negara. “Kami berbicara tentang jaringan global yang terkadang terkait dengan negara seperti Iran atau Korea Utara, di mana sistem hukum sulit menjangkau mereka,” ujarnya.

Selain itu, aktivitas serupa juga ditemukan di kawasan Amerika Latin, sebagian negara Afrika, hingga Eropa Timur, wilayah yang memiliki kedekatan bahasa dengan target korban.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penipuan siber di ajang besar seperti ini sering berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia. Praktik eksploitasi tenaga kerja, termasuk kerja paksa di pusat panggilan ilegal untuk melakukan phishing, menjadi bagian dari operasi tersebut.

“Banyak dari mereka dipaksa bekerja dalam kondisi seperti perbudakan,” kata Sebastiao.

Eksploitasi juga terjadi di sekitar lokasi pertandingan, termasuk dalam praktik perdagangan manusia untuk tujuan seksual. Ia menekankan bahwa sebagian pelaku yang ditangkap justru merupakan korban yang dipaksa bekerja oleh jaringan kriminal.

Fenomena ini bukan hal baru. Satuan tugas perdagangan manusia Santa Clara melaporkan bahwa saat ajang Super Bowl digelar di California awal tahun ini, sebanyak 29 pelaku perdagangan manusia ditangkap dan 73 korban berhasil diselamatkan, termasuk 10 anak di bawah umur.

Langkah pengawasan serupa direncanakan akan diterapkan kembali ketika kawasan San Francisco Bay Area menjadi salah satu tuan rumah pertandingan Piala Dunia pada Juni dan Juli mendatang.

Dengan meningkatnya risiko kejahatan finansial dan eksploitasi manusia, para penggemar diimbau untuk lebih waspada dan memastikan seluruh transaksi dilakukan melalui jalur resmi guna menghindari menjadi korban di tengah euforia pesta sepak bola dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Polisi Vietnam Sita 500 Kucing Curian yang akan Diambil Dagingnya

55 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Polisi Vietnam Sita 500 Kuc...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.