Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jobstreet Ungkap 5 Cara Gen Z dan Profesional Senior Bisa Menang Bersama di Era AI

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 13:55 WIB | Oleh:
Jobstreet Ungkap 5 Cara Gen Z dan Profesional Senior Bisa Menang Bersama di Era AI Doc: Pexels
Ket. Percepatan adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah pola rekrutmen di berbagai perusahaan. Banyak perusahaan kini diam-diam mulai menggeser fokus perekrutan kepada profesional senior karena dianggap memiliki pengalaman, wisdom, dan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih matang.

JAKARTA - Percepatan adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah pola rekrutmen di berbagai perusahaan. Banyak perusahaan kini diam-diam mulai menggeser fokus perekrutan kepada profesional senior karena dianggap memiliki pengalaman, wisdom, dan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih matang. 

Di sisi lain, pencari kerja muda dari kalangan Gen Z justru mulai khawatir tertinggal dalam persaingan kerja. Namun, Jobstreet by SEEK menilai masa depan dunia kerja bukan soal memilih antara talenta muda atau senior, melainkan bagaimana keduanya bisa dikolaborasikan secara strategis. 

Hal tersebut dibahas dalam episode perdana podcast Power Talks oleh Jobstreet by SEEK bersama Chief People Officer tiket.com, Dudi Arisandi. Dalam diskusi tersebut, ia memaparkan lima cara agar perusahaan mampu membangun workforce yang siap menghadapi era AI dengan menggabungkan energi Gen Z dan pengalaman profesional senior. 

Strategi pertama adalah merekrut berdasarkan skill, bukan usia maupun nama besar kampus. Menurut Dudi, persoalan utama bukan jumlah pencari kerja, melainkan apakah keterampilan mereka benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. 

Perusahaan, kata dia, perlu berhenti menyaring kandidat hanya berdasarkan rentang usia atau reputasi almamater. Fokus utama harus bergeser pada capability nyata yang dibutuhkan dan proses seleksi yang mampu menguji kemampuan tersebut secara objektif. 

Strategi kedua adalah menghentikan stigma negatif terhadap Gen Z yang kerap dianggap manja, sulit diatur, atau belum siap kerja. Dudi menilai pendekatan menyalahkan justru menghambat pertumbuhan perusahaan dan talenta muda itu sendiri. 

"Stop blaming, start helping," ujar Dudi Arisandi dalam podcast tersebut. 

Menurutnya, yang sering kali kurang dari talenta muda justru soft competency seperti komunikasi, kolaborasi, kecerdasan emosional, rasa percaya diri, dan kemampuan mengambil keputusan. Hal-hal tersebut hanya bisa tumbuh melalui coaching, mentoring, dan feedback yang terstruktur, bukan kritik semata. 

Strategi ketiga adalah menjadikan reverse mentoring sebagai standar baru dalam perusahaan. Profesional senior dinilai memiliki judgement dan intuisi dari pengalaman panjang, sementara Gen Z unggul dalam literasi digital, kreativitas, dan kecepatan beradaptasi dengan tools baru. 

Dudi bahkan mengaku dirinya yang berasal dari "generasi PowerPoint" kini belajar menggunakan Canva langsung dari timnya hingga dari anak bungsunya sendiri. Menurutnya, pola saling belajar lintas generasi harus menjadi budaya baru di perusahaan modern. 

Selain itu, perusahaan juga diminta tidak hanya mengejar hard skill karena banyak pekerjaan administratif dan repetitif kini sudah dapat diambil alih AI. Yang semakin bernilai justru kemampuan analytical thinking, decision-making, dan pengelolaan stakeholder yang tidak mudah digantikan teknologi. 

Terakhir, Dudi mendorong perusahaan membangun strategi SDM jangka panjang melalui kerangka 5B yakni Build, Buy, Borrow, Bridging, dan Bot. Menurutnya, organisasi yang kuat adalah organisasi multi-generasi yang mampu memadukan berbagai jalur pengembangan talenta secara strategis. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.