IHSG Hari Ini Rebound, Investor Manfaatkan Momen Bargain Hunting
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah aksi bargain hunting mencerminkan respons investor yang mulai melihat valuasi saham berada di level menarik setelah periode koreksi.
Kondisi ini biasanya terjadi ketika tekanan eksternal atau sentimen negatif sebelumnya telah mendorong harga turun di bawah nilai wajarnya, sehingga memicu akumulasi oleh investor yang berorientasi jangka menengah hingga panjang.
Secara teknikal, aksi beli di harga rendah membantu menopang indeks dan mendorong rebound, terutama jika didukung oleh saham-saham berkapitalisasi besar.
Namun, penguatan berbasis bargain hunting cenderung bersifat selektif dan belum tentu mencerminkan perubahan tren secara menyeluruh. Faktor global, seperti arah suku bunga dan pergerakan pasar keuangan internasional, tetap menjadi penentu utama keberlanjutan penguatan.
Dengan demikian, kenaikan IHSG dalam kondisi ini lebih tepat dilihat sebagai fase pemulihan jangka pendek yang membuka peluang, tetapi tetap memerlukan konfirmasi lanjutan dari sentimen makro dan arus dana yang lebih stabil.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/4) sore, ditutup menguat 28,84 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.101,23 seiring aksi bargain hunting (aksi beli saat harga saham murah) oleh pelaku pasar.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,82 poin atau 0,27 persen ke posisi 684,14.
"IHSG menguat terbatas karena adanya aksi beli saat harga murah (bargain hunting) mengangkat sentimen, sementara kenaikan signifikan pada kontrak berjangka saham AS turut memberikan dukungan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan hari ini," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dalam negeri, di sisi lain, penguatan indeks tertahan oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data domestik penting pada akhir pekan, termasuk inflasi periode April 2026 dan neraca perdagangan Maret 2026.
Dari mancanegara, bursa regional Asia bergerak variatif seiring ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang kembali meningkat, menjelang rencana pertemuan bulan depan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
AS meningkatkan pengawasan terhadap hubungan China dengan Iran, dengan menjatuhkan sanksi pada sebuah kilang besar, serta memperingatkan bank-bank China tentang kemungkinan sanksi sekunder jika mereka terus memfasilitasi aktivitas yang terkait dengan Iran.
IHSG yang dibuka menguat betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik 2,67 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing 1,60 persen dan 1,35 persen.
Sedangkan dua sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 1,20 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang turun sebesar 0,19 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!