Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akademisi Undana: Sensus Ekonomi 2026 Harus Akurat Tangkap Sektor Informal di NTT

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 12:30 WIB | Oleh:
Akademisi Undana: Sensus Ekonomi 2026 Harus Akurat Tangkap Sektor Informal di NTT Doc: Antara Foto
Ket. Akademisi FEB Undana Kupang Dr. Roland E. Fanggidae.

Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr. Roland E. Fanggidae menilai Sensus Ekonomi (SE) 2026 harus mampu memotret secara akurat sektor ekonomi informal yang masih menjadi karakter kuat masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Struktur ekonomi masyarakat NTT itu sangat ditopang oleh sektor informal, di mana dalam satu rumah tangga seseorang bisa memiliki lebih dari satu pekerjaan yang berubah-ubah sesuai musim, sehingga ini harus benar-benar dipetakan dengan indikator yang tepat dalam sensus,” ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana itu di Kupang, NTT, Selasa.

Hal itu ia sampaikan berkaitan dengan SE2026 yang akan dilaksanakan secara nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Menurut dia, pemetaan sektor informal tersebut menjadi sangat penting karena data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan program yang tepat sasaran, terutama bagi pelaku usaha dan pekerja informal yang selama ini belum terpetakan secara optimal.

Ia mencontohkan dalam satu rumah tangga, seseorang dapat memiliki lebih dari satu pekerjaan yang berubah sesuai musim, misalnya pada musim tertentu bertani, lalu pada waktu lain menjadi buruh lepas atau menjalankan usaha lainnya.

Ia juga menyoroti banyak aktivitas ekonomi masyarakat yang belum tercatat secara baik, seperti mama-mama penenun maupun pembuat gula lempeng yang kerap dianggap sebagai pekerjaan sampingan, padahal memiliki nilai ekonomi.

“Pertanyaannya, mereka ini dikategorikan sebagai usaha apa? Ini yang perlu dipastikan dalam pendataan nanti,” katanya.

Roland menjelaskan, secara umum SE2026 bertujuan memetakan karakteristik usaha di seluruh wilayah, menyusun peta perekonomian daerah, mengukur transformasi ekonomi baru, serta menjadi dasar sampel untuk survei lanjutan.

“Dalam konteks NTT, sensus ini memiliki tantangan tersendiri karena wilayahnya luas dan berbentuk kepulauan, sehingga membutuhkan sumber daya besar untuk menjangkau responden. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar dipersiapkan dengan baik,” ujar dia.

Ia menyebut metode sensus door-to-door yang diterapkan BPS menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran riil kondisi ekonomi masyarakat hingga tingkat rumah tangga.

Selain itu, penerapan sistem sensus berbasis digital atau paperless juga perlu disesuaikan dengan kondisi daerah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan internet.

“Karena itu, sistem pengisian kuesioner secara offline harus bisa diakomodasi di lapangan,” kata Lokal Expert Kementerian Keuangan di NTT itu.
Ia juga menekankan pentingnya memasukkan indikator ekonomi baru, termasuk aktivitas digital dan ekonomi kreatif yang berkembang pesat pascapandemi COVID-19.

“Sekarang orang bisa berjualan dari rumah secara online. Ini harus masuk dalam indikator sensus agar potret ekonomi lebih relevan,” ujarnya.

Roland menambahkan, hasil sensus ekonomi sangat penting untuk mendukung kebijakan berbasis data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.