Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Jelang Akhir Pekan Melemah, Terbebani Tingginya Harga Minyak

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 10:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Jelang Akhir Pekan Melemah, Terbebani Tingginya Harga Minyak Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (24/4) pagi bergerak melemah terbebani oleh harga minyak mentah global yang bertahan di level tinggi dalam waktu lama.

IHSG dibuka melemah 0,53 poin atau 0,01 persen ke posisi 7.378,07. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,51 poin atau 0,10 persen ke posisi 715,75.

“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menutup gap down di 7.308, serta menguji level 7.300 ,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran meningkat, sehingga meningkatkan ketidakpastian prospek perundingan perdamaian di masa mendatang.

Meskipun Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara kedua negara, namun ketegangan meningkat karena aktivitas angkatan laut di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Titik fokus ketegangan yaitu blokade angkatan laut AS yang tengah berlangsung terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran. Komando Pusat AS mengatakan telah mengalihkan 33 kapal sejak dimulainya blokade.

Trump memerintahkan angkatan laut AS untuk menembak dan membunuh kapal apa pun yang menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz. Meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz telah menimbulkan keraguan terhadap potensi terjadinya negosiasi antara kedua negara.

Para mediator dari Pakistan, Turki, dan Mesir berjuang untuk menyelamatkan perundingan perdamaian, termasuk mengatur pertemuan potensial sesegera mungkin pada Jumat (25/04).

Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa Israel dan Lebanon memperpanjang masa gencatan senjata selama tiga pekan.

Dari dalam negeri, sentimen negatif antara lain berasal dari pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 pada perdagangan Kamis (23/04), atau menjadi level terlemah sepanjang masa dan merupakan pelemahan paling dalam di Asia.

"Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di level tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan melebarnya defisit anggaran belanja," ujar Ratna.

Harga minyak dunia yaitu jenis Brent dan WTI masing-masing tercatat berada di level 105,93 dolar AS per barel dan 96,57 dolar AS per barel pada perdagangan pagi ini pukul 09.42 WIB.

"Namun, hasil kinerja kuartalan emiten yang sebagian besar positif dari perusahaan besar (big caps) membantu membatasi pelemahan IHSG," ujar Ratna.

Pada perdagangan Kamis (23/04) kemarin, bursa saham Eropa mayoritas melemah, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,32 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,16 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,16 persen, serta indeks CAC menguat 0,87 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
JD Vance Tunda Perjalanan k...
Daerah
Bulog Timika: Stok Beras Am...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.