Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DeepSeek Kembali Rilis Model AI Baru dengan Biaya Jauh Lebih Rendah

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 14:52 WIB | Oleh:

Peristiwa yang disebut "guncangan DeepSeek" tahun lalu memicu aksi jual saham-saham terkait AI dan peninjauan kembali strategi bisnis, yang juga digambarkan sebagai "momen Sputnik" bagi industri ini.

Chatbot tersebut berkinerja serupa dengan ChatGPT dan layanan unggulan Amerika lainnya, tetapi perusahaan tersebut mengatakan bahwa pengembangannya membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih sedikit.

Namun, popularitasnya yang tiba-tiba memunculkan pertanyaan tentang privasi data dan sensor, karena chatbot tersebut sering menolak untuk menjawab pertanyaan tentang topik sensitif seperti penindasan Tiananmen tahun 1989.

Di dalam negeri, perangkat AI DeepSeek telah diadopsi secara luas oleh pemerintah daerah dan lembaga kesehatan Tiongkok, serta sektor keuangan dan bisnis lainnya.

Hal ini sebagian didorong oleh keputusan DeepSeek untuk menjadikan sistemnya sumber terbuka, dengan cara kerja internalnya dipublikasikan -- berbeda dengan model berpemilik yang dijual oleh OpenAI dan pesaing Barat lainnya.

Namun Gedung Putih menuduh perusahaan-perusahaan Tiongkok berlomba-lomba untuk "mencuri" teknologi Amerika, menjelang pertemuan puncak yang diperkirakan akan terjadi antara Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing bulan depan.

"AS memiliki bukti bahwa entitas asing, terutama di Tiongkok, menjalankan kampanye penyulingan skala industri untuk mencuri AI Amerika," kata penasihat utama sains dan teknologi Trump, Michael Kratsios, dalam sebuah unggahan di X.

Distilasi adalah praktik umum dalam pengembangan AI, yang sering digunakan oleh perusahaan untuk menciptakan versi model mereka sendiri yang lebih murah dan lebih kecil.

Pengumuman DeepSeek pada hari Jumat juga terjadi bersamaan dengan pernyataan Meta bahwa mereka berencana memangkas sepersepuluh stafnya karena berupaya meningkatkan produktivitas dari sisa tenaga kerja sambil berinvestasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan. Laporan menyebutkan Microsoft juga berencana mengurangi jumlah karyawannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.