Tiongkok-Filipina Ambil “Inisiatif Kecil” bagi Pemulihan Diplomasi
📅 Kamis, 23 Apr 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim PenulisMANILA - Duta besar Filipina untuk Tiongkok menegaskan bahwa Manila berupaya secara bertahap untuk membangun fondasi yang stabil untuk hubungannya dengan Beijing sebelum menangani masalah yang lebih sulit seperti sengketa Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang telah berlangsung lama.
“Kami membutuhkan keseimbangan baru dalam hubungan kita dengan Tiongkok. Kedua belah pihak (telah sepakat) untuk mengambil langkah-langkah bertahap atau kecil menuju hal itu,” kata Dubes Jaime FlorCruz kepada South Tiongkok Morning Post (SCMP) pada Rabu (22/4).
“Artinya, hubungan yang stabil, dapat diprediksi, dan tidak mengalami pasang surut. Kami berusaha mengelola perbedaan kami sambil pada saat bersamaan mencari titik temu,” imbuh dia.
Pernyataan Dubes FlorCruz itu dilontarkan beberapa pekan setelah Presiden Ferdinand Marcos Jr mengatakan bahwa ia sedang mengatur ulang hubungan negaranya dengan Beijing, dan ini mungkin merupakan sinyal lain dari penyesuaian tajam kebijakan luar negeri Filipina dalam menghadapi guncangan geopolitik seperti terjadinya perang AS-Israel di Iran.
Ketegangan antara Beijing dan Manila meningkat di bawah pemerintahan Presiden Marcos Jr, dengan bentrokan berulang kali di sekitar pulau-pulau kecil yang diperebutkan di LTS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini Beijing mengklaim kedaulatan atas hampir semua pulau dan bentang alam di LTS dan perairan sekitarnya. Klaimnya tumpang tindih dengan klaim beberapa negara tetangga, termasuk Brunei, Malaysia, dan Vietnam, tetapi Filipina telah menjadi pihak pengklaim saingan yang paling vokal.
Namun, tanda-tanda pencairan hubungan telah muncul dalam beberapa bulan terakhir, termasuk rencana patroli bersama di perairan yang disengketakan dan pertemuan antara diplomat senior bulan lalu, yang merupakan pertemuan pertama dalam tiga tahun terakhir.
Bulan lalu, Presiden Marcos Jr mengatakan kepada Bloomberg bahwa penataan ulang hubungan dengan Tiongkok sedang terjadi saat ini dan akan ada restrukturisasi yang sangat serius.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok sudah menjadi mitra dagang terbesar Filipina dan Dubes FlorCruz mengatakan Manila mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, serta meningkatkan pariwisata dan pertukaran antarmasyarakat lainnya, sebagai bagian dari penataan ulang hubungan.
“Kita kembali ke langkah-langkah dasar. Kami berharap dengan tercapainya landasan hubungan yang stabil, maka kita dapat melanjutkan pembicaraan mengenai isu-isu yang kontroversial,” kata dia.
Namun, ia mengakui bahwa sengketa LTS merupakan sumber ketegangan tertentu dan memperingatkan bahwa kerja sama ekonomi tidak boleh digunakan sebagai alat tawar-menawar.
“Usaha patungan dan perjanjian bisnis hanya dapat berhasil dan berkelanjutan bukan karena memiliki tujuan politik, tetapi karena saling menguntungkan dan menghasilkan keuntungan bersama,” tegas Dubes FlorCruz.
Katalisator
Dalam beberapa pekan terakhir, perang AS-Israel melawan Iran telah muncul sebagai katalisator bagi pencairan hubungan antara Beijing dan Manila.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!