Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengangguran Lulusan Tinggi Naik, Jabar Ubah Arah Vokasi ke Sektor Ekonomi Kreatif

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 06:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengangguran Lulusan Tinggi Naik, Jabar Ubah Arah Vokasi ke Sektor Ekonomi Kreatif Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menko PMK Pratikno, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan keterangan di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (22/4).

Bandung - Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati langkah revitalisasi pendidikan vokasi yang lebih inovatif guna memutus tren pengangguran terbuka yang justru didominasi oleh kelompok masyarakat berpendidikan tinggi.

Langkah ini diambil menyusul adanya anomali di pasar kerja, di mana lulusan pendidikan formal seringkali terjebak dalam antrean kerja sektor administratif, sementara peluang ekonomi di sektor pariwisata, kebudayaan, dan pengolahan sumber daya alam masih minim terserap.

"Sekolah selalu membangun pikiran untuk kerja pada sektor formal. Akhirnya, mereka ngantri di pabrik, antri jadi ASN mulai menjadi tenaga honorer, P3K. Padahal, lapangan kerja di luar itu terbuka lebar," ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (22/4).

Dedi Mulyadi mendorong agar lembaga vokasi mulai berani melirik potensi ekonomi yang selama ini dianggap marginal namun memiliki pasar yang stabil, seperti industri anyaman, pangan tradisional, hingga tenaga ahli perkebunan kopi dan teh.

Strategi ini dinilai mampu menciptakan kemandirian bagi generasi muda agar tidak sekadar bergantung pada lowongan pekerjaan konvensional.

"Pasar kerja itu bisa terbangun dalam ruang inovasi, termasuk vokasi yang berkembang," ujar Dedi.

Di lokasi yang sama, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menegaskan bahwa koordinasi antara Balai Latihan Kerja (BLK) dan pemberi kerja harus segera diintegrasikan.

Menurutnya, kualitas pendidikan harus bergerak dinamis mengikuti peluang kerja yang tidak lagi hanya bertumpu pada industri teknologi.

"Ini kan era bonus demografi. Jadi kami harus meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan peluang kerja. Tadi pak gubernur bilang, peluang kerja tidak hanya di teknologi, tapi juga di bidang kepariwisataan, kebudayaan, dan pemanfaatan kekuatan alam," tutur Pratikno.

Sinergi ini diharapkan dia, mampu mengubah wajah pendidikan vokasi di Jawa Barat dari sekadar pencetak pencari kerja menjadi inkubator tenaga kerja kreatif yang mampu mengonversi kekuatan alam dan budaya menjadi nilai ekonomi berkelanjutan.

Menanggapi arah baru vokasi di Jabar ini, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa standar kompetensi yang jelas untuk profesi-profesi baru.

"Kami telah meluncurkan 483 skema okupasi untuk pariwisata. Politeknik Pariwisata NHI Bandung juga hadir di sini," jelas Widiyanti di tempat yang sama.

Widiyanti juga menekankan pentingnya standarisasi agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.