Kemarau Mengintai, Pembudi Daya Ikan di Cilacap Diminta Siaga
📅 Rabu, 22 Apr 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim PenulisCILACAP – Imbauan agar pembudi daya ikan mengantisipasi musim kemarau panjang mencerminkan meningkatnya risiko produksi akibat perubahan pola iklim.
Penurunan volume air, kenaikan suhu, serta penurunan kualitas air seperti kadar oksigen terlarut dapat memicu stres pada ikan dan meningkatkan potensi kematian massal.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu siklus produksi, tetapi juga berpotensi menekan pasokan dan memicu kenaikan harga di pasar.
Dalam konteks ini, strategi adaptasi menjadi krusial, mulai dari pengelolaan padat tebar, penggunaan teknologi aerasi, hingga pengaturan pola pakan dan siklus panen.
Diversifikasi sumber air serta pemanfaatan sistem budidaya yang lebih efisien juga menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas di tengah keterbatasan air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih jauh, fenomena ini menegaskan bahwa sektor perikanan budidaya semakin bergantung pada kemampuan mitigasi risiko iklim.
Tanpa kesiapan yang memadai, kemarau panjang tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga berimplikasi pada stabilitas pasokan pangan berbasis protein ikan secara nasional.
Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, meminta pembudi daya ikan mengantisipasi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada tahun ini dengan menyiapkan berbagai langkah adaptasi sejak dini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap Indarto di Cilacap, Jateng, Rabu (22/4), mengatakan salah satu langkah penting yang perlu diperhatikan adalah pengaturan waktu penebaran benih ikan agar tidak dilakukan saat puncak musim kemarau.
"Penebaran benih perlu dipersiapkan dengan baik, jangan sampai dilakukan saat musim kemarau. Kalau sebelumnya sudah disiapkan, hasilnya bisa lebih optimal," katanya.
Selain pengaturan waktu tebar, kata dia, pembudi daya juga diminta menyiapkan sumber air alternatif, terutama bagi wilayah yang selama ini rawan mengalami kekeringan.
Dalam hal ini, penyediaan tandon air maupun pemanfaatan sumber air cadangan dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha budidaya.
Menurut dia, kesiapan sumber air menjadi salah satu faktor krusial dalam menghadapi musim kemarau karena ketersediaan air akan sangat memengaruhi kualitas lingkungan budi daya.
"Di daerah yang rawan kering perlu ada upaya pengadaan air alternatif, misalnya melalui tandon atau sumber lain yang memungkinkan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!