Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bakat Vs Keberuntungan: Mengapa Orang Pintar Belum Tentu Jadi Kaya?

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 20:04 WIB | Oleh:
Bakat Vs Keberuntungan: Mengapa Orang Pintar Belum Tentu Jadi Kaya? Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi keberuntungan dan bakat.

JAKARTA - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa orang yang paling jenius di kantor belum tentu menjadi yang paling sukses secara finansial? Sebuah studi inovatif dari Universitas Catania, Italia, mencoba menjawab misteri ini dengan cara yang mengejutkan: keberuntungan ternyata memainkan peran yang lebih besar dari yang kita kira.

Dalam makalah berjudul “Talent versus Luck: the role of randomness in success and failure” (2018), fisikawan Alessandro Pluchino dan timnya membuat simulasi komputer yang merekam perjalanan 1.000 individu selama 40 tahun masa kerja. Hasilnya mencengangkan. Meskipun tingkat kecerdasan (bakat) masyarakat terdistribusi secara normal (grafik lonceng), distribusi kekayaan di dunia nyata justru mengikuti hukum pangkat atau aturan 80/20, di mana 20 persen orang menguasai 80 persen kekayaan.

Ternyata, 20 persen orang terkaya dalam simulasi ini bukanlah individu dengan bakat tertinggi. Mereka yang mencapai puncak kesuksesan adalah mereka yang rata-rata dalam hal bakat, tetapi “sensitif lebih beruntung” atau lebih sering mendapatkan momen keberuntungan sepanjang kariernya.

“Simulasi kami dengan jelas menunjukkan bahwa faktor penentu kekayaan hanyalah keberuntungan murni,” demikian kesimpulan para peneliti seperti yang dikutip dari Science Alert.

Temuan ini memiliki implikasi besar, terutama dalam hal kebijakan. Jika keberuntungan memegang peranan penting, lalu bagaimana kita mendistribusikan pendanaan riset atau bonus perusahaan secara adil?

Pluchino menemukan bahwa strategi terbaik untuk memajukan masyarakat bukanlah memberikan semua dana hanya kepada “peneliti terbaik” atau orang yang sudah sukses di masa lalu. Sebaliknya, strategi pendanaan yang paling efektif adalah dengan membagi dana secara merata ke semua orang, karena penemuan besar sering lahir dari “kebetulan tak terduga” (serendipity).

Kesimpulannya, bakat memang penting untuk membuka pintu peluang. Namun, kesempatan dan keberuntunganlah yang seringkali menjadi “angin segar” yang mendorong seseorang hingga ke puncak tertinggi. Jadi, jika Anda merasa belum “seberuntung” rekan Anda yang lain, jangan berkecil hati—terkadang, menciptakan lebih banyak peluang lebih baik daripada hanya mengandalkan kepintaran semata. 

Sumber: - Pluchino, A., Biondo, A. E., & Rapisarda, A. (2018). Talent versus luck: The role of randomness in success and failure. Advances in Complex Systems. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.