Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sumbar Harap Kemendag Responsif Penetapan HS Code Spesifik Gambir

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 16:40 WIB | Oleh:
Sumbar Harap Kemendag Responsif Penetapan HS Code Spesifik Gambir Doc: Antara/HO
Ket. Pekerja mengangkut komoditas gambir yang telah di-packing ke dalam karung di gudang eksportir di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kota Padang -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berharap Kementerian Perdagangan dan instansi terkait untuk responsif mengupayakan penetapan Harmonized System (HS) code gambir guna meningkatkan nilai tambah ekspor komoditas tersebut.

"Kita berharap Kementerian Perdagangan memberikan dukungan lebih kepada Sumbar untuk menyelesaikan klasifikasi code ekspor ini," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Selasa.

Gubernur mengatakan selama ini izin ekspor gambir Indonesia masih menggunakan HS code generik seperti ekstrak nabati atau tanin. Padahal, para pengusaha atau petani gambir sudah menghasilkan katekin. Dampaknya, penggunaan HS code generik melemahkan nilai tawar para eksportir di pasar global.

Dengan adanya perubahan dan penetapan HS code spesifik, ia meyakini nilai jual gambir di pasar global akan lebih tinggi dibandingkan situasi saat ini. Upaya ini mesti segera direalisasikan mengingat Indonesia khususnya Sumbar merupakan daerah penghasil utama gambir dunia.

Hampir 80 persen pasokan gambir dunia disuplai dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan dengan pasar utama Asia Selatan terutama India dan Pakistan.

Sembari menunggu penetapan HS code spesifik, eks Wali Kota Padang itu menyebut Kementerian Pertanian segera membangun pabrik pengolahan gambir di Ranah Minang, tepatnya di Kabupaten Limapuluh Kota. Pabrik pengolahan ini nantinya ditujukan untuk mendukung hilirisasi gambir di dalam negeri agar meningkatkan kesejahteraan petani, serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur menyebut pembangunan pabrik pengolahan gambir rencananya berada di bawah PT Perkebunan Nusantara IV serta berkolaborasi dengan Universitas Andalas (Unand). Kerja sama dengan perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa ini juga dilatarbelakangi keberhasilan Unand yang lebih dulu melakukan hilirisasi gambir berupa tinta yang digunakan pada Pemilu 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Tantangan Sekolah Swasta: P...

Gubernur DKI: LRT Jakarta Fase 1B Siap Beroperasi

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Gubernur DKI: LRT Jakarta F...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.