Junta Militer Myanmar Perluas Larangan Penjualan Pembalut Wanita, Khawatir Digunakan Pemberontak untuk Pertolongan Pertama
📅 Selasa, 21 Apr 2026, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SProduk menstruasi alternatif seperti cangkir dan tampon jarang ditemukan di Myanmar. Ceyrac mengatakan: “Mencari informasi dan mengetahui hal-hal ini dianggap tabu bagi seorang wanita.” Seluruh proses menstruasi dianggap memalukan, katanya, dan wanita didorong untuk menyembunyikan bukti apa pun tentang hal itu.
Thinzar Shunlei Yi mengatakan bahwa kelompok-kelompok lokal telah memberi tahu PBB tentang situasi di Myanmar, dan menyebut pelarangan komoditas dasar tersebut sebagai "pelanggaran hak asasi manusia".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!