Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gigi Mumi Bolivia Tulis Ulang Asal-usul Demam Scarlet

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 07:08 WIB | Oleh:

Jejak Evolusi Ribuan Tahun

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa strain kuno Streptococcus pyogenes memiliki hubungan dekat dengan strain modern penyebab infeksi tenggorokan. Para peneliti memperkirakan bahwa garis evolusinya terpisah sekitar 10.000 tahun lalu.

Temuan ini sejalan dengan teori migrasi manusia awal melalui Selat Bering sekitar 20.000 tahun lalu. Jika bakteri tersebut sudah menginfeksi manusia sebelum migrasi, maka sangat mungkin patogen ini ikut terbawa ke benua Amerika bersama gelombang populasi awal.

Hipotesis ini diperkuat oleh bukti lain yang menunjukkan keberadaan Streptococcus pyogenes di Eropa dan Afrika sejak sekitar 4.000 tahun lalu. Dengan demikian, penyebaran global bakteri ini kemungkinan besar mengikuti jalur migrasi manusia purba, bukan semata-mata hasil ekspansi kolonial.

Menantang Narasi ­“Penyakit Kolonial”

Selama bertahun-tahun, penyakit seperti cacar, campak, difteri, dan demam scarlet dianggap sebagai “penyakit perbatasan” yang dibawa penjajah Eropa ke Dunia Baru. Narasi ini memang didukung oleh dampak epidemi besar yang terjadi setelah abad ke-15.

Namun, temuan dari Bolivia menambah daftar bukti bahwa sejarah penyakit jauh lebih kompleks. Studi DNA kuno sebelumnya di Amerika Selatan juga mengindikasikan bahwa penyakit seperti sifilis dan bahkan kusta mungkin telah ada di kedua belahan dunia sebelum era kolonial. Dengan kata lain, interaksi manusia dan patogen telah berlangsung selama ribuan tahun, melampaui batas geografis dan periode sejarah yang selama ini diasumsikan.

Dampak Medis dan ­Relevansi Modern

Sebelum ditemukannya antibiotik, demam scarlet merupakan salah satu penyebab utama kematian anak-anak di berbagai belahan dunia. Infeksi ini tidak hanya menyebabkan demam dan ruam, tetapi juga komplikasi serius seperti kerusakan organ, gangguan pendengaran, hingga kebutaan.

Saat ini, penyakit tersebut relatif dapat dikendalikan. Namun, munculnya resistensi antibiotik pada strain modern Streptococcus pyogenes kembali menjadi perhatian global. Dalam konteks ini, memahami evolusi bakteri dari masa ke masa menjadi sangat penting. Dengan mempelajari bagaimana patogen berkembang dan beradaptasi selama ribuan tahun, ilmuwan dapat merancang strategi pengobatan yang lebih efektif di masa depan.

Penemuan DNA bakteri dalam gigi mumi Bolivia tidak hanya menambah pengetahuan tentang sejarah penyakit, tetapi juga mengguncang narasi lama tentang asal-usul epidemi di Amerika. Alih-alih menjadi “penyakit impor” dari Eropa, demam scarlet kemungkinan telah menjadi bagian dari sejarah kesehatan manusia di benua tersebut jauh sebelum era penjelajahan.

Temuan ini menegaskan satu hal: sejarah manusia tidak dapat dipisahkan dari sejarah mikroorganisme yang menyertainya. Dan seperti yang ditunjukkan oleh penelitian ini, jejak hubungan tersebut masih tersimpan bahkan dalam sepotong gigi yang berusia ratusan tahun. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kementan akan Kurangi Jumla...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.