Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Bulan Pascabencana, Destinasi Wisata Aceh Tamiang Masih Lumpuh

📅 Senin, 02 Feb 2026, 11:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Bulan Pascabencana, Destinasi Wisata Aceh Tamiang Masih Lumpuh Doc: ANTARA
Ket. Kondisi terkini objek wisata Pantai Pulau Rukui, Kecamatan Banda Mulia pasca bencana banjir dan longsor melanda Aceh Tamiang, Minggu (1/2/2026).

ACEH TAMIANG - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Tamiang mencatat dua bulan pascabencana banjir bandang, kondisi destinasi wisata alam di daerah itu masih lumpuh total, dan tanpa pengunjung.

"Dua bulan terakhir ini wisatawan sama sekali nggak ada. Pascabencana tercatat pengunjung nol, baik ke destinasi air terjun maupun wisata bahari (pantai)," kata Kabid Pariwisata dan Ekonomi Disparpora Aceh Tamiang, Thamrindu Lubis, di Aceh Tamiang, Minggu (1/2).

Padahal, lanjut Thamrindu, jumlah wisatawan yang datang sebelum bencana banjir terbilang besar hampir 1.000 orang setiap pekannya di satu lokasi objek wisata.

Sedangkan untuk jumlah wisatawan lokal dan luar daerah per tahun yang masuk ke Aceh Tamiang tercatat 70 ribu pengunjung, tersebar di 14 destinasi wisata alam.

Biasanya, pengunjung terbanyak ke objek wisata pemandian sungai Gunung Pandan Tenggulun, bisa mencapai 600 wisatawan per minggu. Kemudian Pantai Pulau Rukui di pesisir Banda Mulia 800 pengunjung per pekannya. 

"Tapi hari ini tidak ada pengunjung datang karena masih terkendala akses jalan menuju objek wisata penuh lumpur dan kayu," ujarnya.

Menurutnya, dari 14 objek wisata alam di Aceh Tamiang, Gunung Pandan dan Pulau Rukui paling diminati wisatawan, serta pemandian air panas di Desa Kaloy, Tamiang Hulu yang sudah memiliki fasilitas umum lengkap.

Namun, kini kondisi tiga destinasi wisata andalan masyarakat Aceh Tamiang tersebut porak poranda setelah diterjang banjir dan tanah longsor. Seluruh fasilitas umum seperti homestay, pondok santai, gazebo dan MCK rusak berat.

"Saat ini destinasi wisata Aceh Tamiang dari hulu sampai hilir semua hancur. Termasuk sarana-prasarana fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah, sekitar 50-60 persen hancur," katanya.

"Ada sedikit tinggal di destinasi Gunung Pandan karena daerah tinggi, tetapi di sana longsor. Nah, jadi untuk saat ini semua jalan dan lintasan menuju ke destinasi itu belum bisa dilewati," tegasnya.

Dirinya menyadari, memang membutuhkan waktu lama untuk memulihkan destinasi wisata yang terdampak bencana. Termasuk di objek wisata alam air terjun yang dipenuhi batang kayu log terbawa air bah.

Meski demikian, pihaknya menargetkan setelah lebaran Idul Fitri 2026 salah satu objek wisata primadona di wilayah hulu yaitu Gunung Pandan Tenggulun diupayakan beroperasi kembali untuk menarik minat pengunjung.

"Kami sudah panggil semua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa masing-masing untuk mendata kerusakan dan kebutuhan alat yang diperlukan kami akan segera fasilitasi," demikian Thamrindu Lubis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Hilang Kendali, Sebuah Taks...

Tradisi Sembahyang Rebutan di Semarang

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Tradisi Sembahyang Rebutan ...

Inflasi bulan Agustus 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Inflasi bulan Agustus 2026
Megapolitan
Pemkab Bogor Masih Diubek-u...
Daerah
BNPB Salurkan 62.000 Liter ...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.