Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerugian Scam Capai Rp9,1 Triliun, Lazada Ajak Konsumen Sadar, Teliti, dan Segera Tolak Penipuan

27 Sabtu, 18 Apr 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Kerugian Scam Capai Rp9,1 Triliun, Lazada Ajak Konsumen Sadar, Teliti, dan Segera Tolak Penipuan Kerugian Scam Capai Rp9,1 Triliun, Lazada Ajak Konsumen Sadar, Teliti, dan Segera Tolak Penipuan Doc: Lazada
Ket. Ilustrasi pengantaran paket. Menyikapi maraknya penipuan paket, Lazada meluncurkan kampanye Sastset (Sadar, Teliti, Segera Tolak). Pelajari langkah praktis melindungi data pribadi dan finansial dari modus kurir palsu serta manfaatkan fitur keamanan resmi Lazada untuk belanja yang lebih aman.

JAKARTA — Lazada Indonesia meluncurkan kampanye edukasi bertajuk Sastset (Sadar, Teliti, Segera Tolak) bertepatan dengan momentum Hari Konsumen Nasional. Inisiatif ini dihadirkan sebagai respons atas meningkatnya kasus penipuan daring, khususnya modus yang mengatasnamakan jasa pengiriman atau kurir.

Peluncuran kampanye tersebut didasari oleh data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan mencapai Rp9,1 triliun dalam periode 2024 hingga 2026. Sementara itu, Indonesia Anti-Scam Center (IASC) menerima sekitar 73.000 laporan penipuan transaksi belanja dalam periode yang sama.

Modus penipuan yang marak terjadi umumnya memanfaatkan kondisi psikologis konsumen yang sedang menunggu paket. Pelaku mengirimkan pesan yang tampak meyakinkan, seperti tautan pelacakan atau dokumen resi palsu, disertai bahasa yang mendesak agar korban segera merespons. Taktik ini kerap berujung pada pencurian data pribadi maupun finansial.

Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat sebagai garis pertahanan utama. Ia mengimbau agar masyarakat tidak terburu-buru menanggapi pesan terkait pengiriman paket dan selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi.

“Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui aplikasi atau kanal resmi sebelum mengambil tindakan,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Jumat (17/4).

Sebagai bagian dari upaya edukasi, Lazada memperkenalkan prinsip Sastset yang dirancang sederhana dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ini mencakup tiga langkah utama, yaitu sadar terhadap modus penipuan, teliti dalam memverifikasi informasi, serta segera menolak indikasi penipuan.

Pada tahap “Sadar,” konsumen diminta mengenali pola komunikasi mencurigakan, termasuk permintaan data sensitif seperti kode OTP, nomor rekening, atau informasi kartu kredit. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai modus refund palsu yang meminta transfer ke rekening pribadi.

Langkah “Teliti” menekankan pentingnya verifikasi melalui kanal resmi. Konsumen diimbau untuk tidak mempercayai informasi dari pesan singkat atau aplikasi pesan instan yang tidak dikenal, serta menggunakan fitur pelacakan pesanan di dalam aplikasi resmi Lazada untuk memastikan status pengiriman.

Sementara itu, pada tahap “Segera Tolak”, konsumen dianjurkan untuk mengabaikan dan memblokir nomor mencurigakan, tidak mengklik tautan asing, serta tidak mengunduh file tidak dikenal yang berpotensi mengandung malware. Konsumen juga diminta menolak segala bentuk transaksi di luar platform resmi.

Selain edukasi, Lazada turut menyediakan layanan pelanggan melalui chatbot CLEO yang tersedia 24 jam untuk membantu pelaporan aktivitas mencurigakan.

Head of Customer Experience Lazada Indonesia, Intan Eugenia, mengatakan bahwa kampanye Sastset merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan keamanan transaksi digital.

“Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah hak mutlak dalam bertransaksi online. Kampanye ini tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga mendorong konsumen memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lazada juga memperkenalkan program “Once & Done” yang bertujuan menyelesaikan permasalahan pelanggan sejak pertama kali dilaporkan. Program ini mencakup seluruh tahapan pengalaman belanja, mulai dari pencarian produk hingga layanan purna jual.

Melalui kampanye Sastset, Lazada menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem belanja daring yang aman dan terpercaya, sekaligus mendorong masyarakat menjadi konsumen yang lebih cerdas dan waspada terhadap berbagai potensi penipuan digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Iran Jinakkan Inflasi untuk...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.