Misi Terakhir Griezmann: Atletico Kejar Sejarah di Final Copa del Rey

Jumat, 17 Apr 2026, 09:02 WIB

SEVILLE — Usai merasakan euforia dengan mengalahkan Barcelona di Liga Champions, Atletico Madrid langsung mengalihkan fokus h ke laga puncak Copa del Rey menghadapi Real Sociedad, Sabtu (18/4) waktu setempat.

Para suporter Atletico bahkan telah lebih dulu mengobarkan semangat dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Spirit of ‘96”, merujuk pada kejayaan klub saat meraih gelar ganda La Liga dan Copa del Rey di bawah asuhan Radomir Antic tiga dekade lalu.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Atletico Madrid vs Real Sociedad. — Sumber: AFP

Pelatih Diego Simeone menegaskan timnya tak punya waktu untuk larut dalam selebrasi. Hal serupa dirasakan bintang mereka, Antoine Griezmann, yang bahkan harus menunda keinginan sederhana untuk merayakan kemenangan.

“Kebahagiaan itu singkat karena pelatih langsung mengingatkan kami,” ujar Griezmann, yang kini mengusung misi pribadi: menutup kariernya di Atletico dengan trofi.

Striker berusia 35 tahun itu, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, dipastikan akan hengkang ke Orlando City pada akhir musim. Simeone pun berharap anak asuhnya itu bisa mengakhiri perjalanan dengan manis.

“Saya berharap Tuhan dan takdir memberinya apa yang ia cari dalam sisa waktunya di sepak bola,” kata Simeone. “Suatu saat nanti kita akan benar-benar menyadari bahwa kita pernah memiliki seorang jenius.”

Griezmann sempat mempertimbangkan hengkang lebih cepat pada Maret lalu. Namun peluang meraih gelar Copa del Rey dan Liga Champions membuatnya bertahan hingga akhir musim.

“Final Copa adalah mimpi saya. Saya ingin melakukan sesuatu yang besar,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Meski kerap bersaing dengan raksasa seperti Barcelona dan Real Madrid, Simeone telah membawa Atletico meraih dua gelar La Liga (2014 dan 2021). Namun, catatan di Copa del Rey masih menjadi titik lemah.

Dari total 10 gelar yang dimiliki klub, hanya satu diraih di era Simeone—yakni pada 2013 saat mengalahkan Real Madrid. Itu juga menjadi terakhir kalinya Atletico tampil di final.

Sejak saat itu, sejumlah tim seperti Valencia, Real Betis, dan Athletic Bilbao silih berganti mengangkat trofi, sementara Atletico terus menunggu kesempatan berikutnya.

Di sisi lain, Real Sociedad datang dengan kepercayaan diri tinggi. Juara edisi 2020 itu kini ingin kembali merasakan trofi, kali ini di hadapan para pendukungnya.

Di bawah arahan pelatih Pellegrino Matarazzo yang ditunjuk pada Desember lalu, performa Sociedad mengalami kebangkitan signifikan setelah sempat menjalani musim yang tidak konsisten.

Bek mereka, Jon Martín, berharap dukungan penuh suporter di stadion La Cartuja, Seville.

“Kami ingin fans bersama kami sepanjang laga—sebelum, selama, dan setelah pertandingan. Kami ingin menang bersama mereka,” ujarnya.

Kedua tim dikenal mengandalkan serangan balik cepat, yang berpotensi menghadirkan laga final dengan tempo tinggi dan penuh intensitas.

Simeone pun menepis anggapan lama bahwa Atletico identik dengan permainan defensif.

“Selama bertahun-tahun kami berevolusi. Sekarang kami adalah tim yang menyerang lebih baik daripada bertahan—dan kami memang harus menyerang,” tegasnya.

Final ini bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga panggung emosional—terutama bagi Griezmann. Di antara harapan, takdir, dan perpisahan, Atletico berupaya menutup musim dengan kisah yang layak dikenang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.