AS-Filipina Rencanakan Latihan Militer Terbesar

Rabu, 15 Apr 2026, 02:45 WIB

MANILA – Lebih dari 17.000 personel militer akan turut berpartisipasi dalam latihan gabungan terbesar yang pernah dilakukan oleh Filipina, Amerika Serikat (AS), dan negara-negara lain saat mereka melatih keterampilan berperang di tengah ketegangan dengan Tiongkok dan konflik di Timur Tengah.

“Pasukan dari Australia, Jepang, Kanada, Prancis, dan New Zealand juga akan mengambil bagian dalam latihan Balikatan 2026 yang berlangsung dari 20 April hingga 8 Mei,” kata Korps Marinir AS pada Senin (13/4).

Ket. Foto: Sejumlah personel militer Filipina bersiap untuk mengikuti latihan militer gabungan balikatan di Rizal, Palawan, pada April tahun lalu. Latihan militer gabungan Balikatan ini rencananya akan kembali digelar pada 20 April hingga 8 Mei mendatang. — Sumber: AFP/JAM STA ROSA

“Kapal-kapal dari empat negara akan berpartisipasi dalam latihan maritim multilateral multi-hari di sepanjang pantai barat Filipina yang menghadap Laut Tiongkok Selatan (LTS),” imbuh Korps Marinir AS.

Sebanyak 17 negara tambahan akan mengamati latihan darat, laut, udara, dan siber, yang akan memecahkan rekor sebelumnya yaitu 16.000 personel yang dibuat pada tahun 2024. Tidak ada rincian berapa banyak pasukan AS yang akan bergabung, tetapi 9.000 berpartisipasi dari AS pada tahun 2025, dengan 5.000 personel dari Filipina.

“Latihan gabungan Balikatan dengan sekutu lama dan banyak mitra memastikan pasukan kami siap menghadapi tantangan apapun, bersama-sama,” ucap Mayor Jenderal Angkatan Darat Filipina, Francisco Lorenzo Jr.

Latihan ini akan melatih keterampilan berperang dalam keamanan maritim, pertahanan pantai dan integrasi tembakan gabungan dan gabungan, menurut pernyataan Korps Marinir AS.

Rekor jumlah personel  militer dalam latihan gabungan ini terjadi ketika terjadi konflik di Ukraina hingga Iran, serta pembangunan militer Tiongkok, menyebabkan para pembuat kebijakan meningkatkan kesiapan pertahanan mereka.

Komitmen AS

Latihan perang gabungan ini juga menggarisbawahi peralihan Filipina ke pertahanan eksternal di tengah sengketa wilayah di LTS, sebuah jalur air yang kaya sumber daya di mana Beijing mengajukan klaim yang luas, termasuk wilayah yang menurut Manila merupakan bagian dari zona ekonomi eksklusifnya.

Sementara itu seorang pejabat militer AS menyatakan pada Selasa (14/4) menyatakan bahwa latihan militer Balikatan 2026  yang melibatkan Filipina, AS dan beberapa negara mitra, akan menggarisbawahi komitmen tegas Washington DC terhadap sekutu perjanjiannya dan kawasan, bahkan ketika perhatian global tetap tertuju pada Timur Tengah,

“Latihan militer tahunan Balikatan adalah salah satu program pelatihan terbesar dan paling kompleks, yang berkembang lebih dari sekadar latihan bilateral menjadi upaya multinasional yang lebih luas. Balikatan mewakili kesempatan untuk menunjukkan aliansi kuat kami dengan Filipina dan menunjukkan komitmen kami terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," ucap Kolonel Robert Bunn, juru bicara AS untuk latihan tersebut, pada konferensi pers di Manila.

Kolonel Bunn pun mengatakan skala dan ruang lingkup Balikatan tahun ini menunjukkan komitmen berkelanjutan negara itu terhadap Indo-Pasifik, meskipun ada tuntutan global yang bersaing.

Partisipasi Jepang dalam program ini akan diperluas tahun ini, dengan anggota Pasukan Bela Diri mengambil bagian dalam latihan tembakan langsung untuk pertama kalinya.

Latihan ini juga diatur untuk menyoroti jaringan kemitraan keamanan Filipina yang semakin luas dengan Kanada, Prancis, New Zealand, Australia, dengan negara-negara yang menyumbangkan kapal angkatan laut, pesawat terbang dan pasukan.

Kolonel Dennis Hernandez, juru bicara Filipina untuk latihan tersebut, mengatakan negara tersebut mempunyai hak untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya, dan menambahkan bahwa latihan tersebut tidak ditujukan pada negara mana pun.  ST/Bloomberg/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.