Euforia IPO Meledak! Mirae Asset Ingatkan Risiko di Balik Serbuan Investor Ritel
📅 Selasa, 14 Apr 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Antusiasme tinggi investor ritel terhadap saham IPO mencerminkan meningkatnya partisipasi publik dalam pasar modal, didorong oleh kemudahan akses digital dan ekspektasi keuntungan jangka pendek.
Fenomena ini sering kali dipicu oleh euforia awal, di mana harga saham berpotensi melonjak pada hari-hari pertama perdagangan, menarik minat spekulatif yang kuat.
Namun secara analitis, lonjakan minat ini juga menyimpan risiko. Minimnya pemahaman terhadap fundamental perusahaan membuat sebagian investor ritel cenderung mengikuti tren tanpa pertimbangan matang.
Akibatnya, volatilitas harga pasca-IPO bisa meningkat tajam ketika ekspektasi tidak sejalan dengan kinerja riil emiten.
Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun partisipasi ritel memperdalam likuiditas pasar, keberlanjutan tren tetap sangat bergantung pada kualitas fundamental dan transparansi perusahaan yang melantai di bursa.
Sebaiknya Anda baca juga:
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) mencermati tingginya antusias investor ritel domestik dalam melakukan pemesanan/ pembelian saham-saham Initial Public Offering (IPO).
Head of Retail Business Division Mirae Asset Prisa Ngadianto mencontohkan bahwa nasabah mereka juga banyak yang melakukan order terhadap saham-saham IPO.
“Lumayan amat tinggi ya (antusias). Apalagi kalau saya ngelihat tahun lalu, setiap kali IPO lumayan lah di kita juga orderan dari nasabah juga lumayan banyak. Terutama nasabah ritel ya. Mungkin beberapa memang ada yang justru mencari yang IPO-IPO ini,” ujar Prisa dalam Media Luncheon Mirae Asset di Jakarta, Selasa (14/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, saham-saham IPO cenderung aman untuk dikoleksi oleh para investor ritel domestik, selama fundamental dan bisnis perusahaan terkait bagus.
“Jadi ya itu, selama fundamental bagus dan bisnisnya oke gitu, sebenarnya sih untuk nasabah ritel juga sebenarnya aman-aman aja gitu kan,” ujar Prisa.
Seiring dengan itu, lanjutnya, calon perusahaan tercatat dengan fundamental dan bisnis yang bagus, tentu sahamnya akan diburu oleh para investor ritel.
“Saya pikir kalau fundamentalnya bagus, nasabahnya juga nggak tinggalin kok. Investor juga pasti mau lah invest selama emang fundamentalnya bagus, bisnisnya jelas,” ujar Prisa.
Dalam kesempatan ini, pihaknya mengungkapkan Mirae Asset saat ini telah memiliki sekitar 420.000 investor/nasabah.
Pihaknya menargetkan penambahan sekitar 100.000 investor/nasabah baru sepanjang 2026, sehingga diharapkan terdapat sebanyak 500.000 investor/ nasabah pada akhir 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!