• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • AI vs Psikolog Manusia: Sa...

AI vs Psikolog Manusia: Sampoerna University Soroti Masa Depan Kesehatan Mental di Era Digital

Senin, 13 Apr 2026, 22:30 WIB

JAKARTA - Sebagai institusi pendidikan kelas dunia, Sampoerna University mempersiapkan lulusannya dengan keterampilan masa depan yang adaptif. Sampoerna University menghadirkan diskusi umum bertajuk “The Battle for Your Attention: Psychology in the Age of Social Media and AI” oleh Dr. Belinda S.L. Khong.

Acara yang merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis Sampoerna University ke-13 tersebut menyoroti krisis kesehatan mental di era digital, di mana ketergantungan terhadap media sosial dan AI semakin tinggi.

Ket. Foto: Diskusi 'The Battle for Your Attention' salah satu rangkaian acara dalam Dies Natalis Sampoerna University ke-13. Bersama Dr. Belinda S.L. Khong, acara itu membedah krisis kesehatan mental di era media sosial dan AI. — Sumber: SU

Melalui acara ini, Sampoerna University mengambil peran aktif dalam merespon isu tersebut dengan mendorong solusi serta mempersiapkan lulusan psikologi yang adaptif dan tetap berfokus pada aspek kemanusiaan. Dr. Marshall Schott, President of Sampoerna University menekankan,

“Perkembangan teknologi baik media sosial maupun AI, termasuk dalam bidang terapi mental, tidak dapat dihindari. Yang menjadi penting adalah bagaimana kita sebagai institusi pendidikan dapat adaptif dan mempersiapkan mahasiswa, khususnya di bidang psikologi, untuk memahami peran teknologi ini tanpa mengesampingkan aspek hubungan antar manusia yang menjadi inti dari praktik kesehatan mental,” melalui keterangannya pada hari Senin (13/4).

Dalam sesi diskusi yang dibawakan oleh Dr. Belinda S.L. Khong, psikolog konsultan asal Australia, dijelaskan bahwa penggunaan gawai sejak dini dapat membentuk dopamin yang kuat pada otak anak dan remaja. Dopamin ini memicu keinginan (craving) untuk mencari stimulasi yang lebih besar, sehingga mendorong perilaku adiktif pada mereka seiring waktu.

Selain media sosial, Dr. Khong menyampaikan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan inovasi sekaligus tantangan baru, di mana semakin banyak individu memilih berkonsultasi tentang kesehatan mental melalui AI dibandingkan dengan tenaga medis profesional. Istilah ini dikenal dengan AI therapy (terapi berbasis AI), yang menggunakan kecerdasan buatan untuk memberikan dukungan kesehatan mental melalui interaksi berbasis teks atau suara. 

Meski menawarkan berbagai kemudahan, Dr. Khong menekankan bahwa AI tetap memiliki keterbatasan dan tidak dapat menggantikan peran tenaga medis profesional, termasuk dalam hal memberikan terapi kesehatan mental.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.