Sleman Tunggu Kajian Ahli untuk Tentukan Status Darurat Fenomena Api Seyegan

Kamis, 04 Jun 2026, 17:20 WIB

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman belum menetapkan status tanggap darurat terkait kemunculan api misterius yang berulang di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan. Keputusan tersebut akan diambil setelah pemerintah menerima hasil penelitian dari tim ahli yang saat ini masih melakukan investigasi di lokasi.

Fenomena yang terjadi di rumah keluarga Muftiana itu telah memunculkan lebih dari 90 titik api sejak 23 Mei lalu. Untuk memastikan langkah penanganan yang tepat, pemerintah daerah memilih menunggu kesimpulan ilmiah mengenai penyebab pasti kejadian tersebut.

Ket. Foto: — Sumber:

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro mengatakan berbagai opsi penanganan, termasuk kemungkinan pengungsian maupun pengosongan area terdampak, baru dapat diputuskan setelah kajian para pakar selesai dilakukan.

"Kami harus bertindak berdasarkan data yang pasti. Apakah nantinya perlu pengungsian, pengosongan lokasi, atau langkah lainnya, semua bergantung pada rekomendasi hasil penelitian para pakar," katanya.

Menurut Bambang, penelitian melibatkan sejumlah lembaga dan perguruan tinggi, antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN Veteran Yogyakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Tim gabungan tersebut meneliti berbagai kemungkinan penyebab munculnya api, mulai dari faktor gas, kondisi geologi, hingga unsur lingkungan lainnya.

Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penetapan status tanggap darurat khusus untuk penanganan fenomena tersebut.

"Kami berencana segera melaporkan perkembangan situasi ini kepada Bupati Sleman demi memastikan penanganan yang tepat sasaran," katanya.

Sembari menunggu hasil penelitian, BPBD Sleman bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan langkah-langkah mitigasi di lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran dan relawan disiagakan untuk mengantisipasi apabila kembali muncul titik api baru.

"Selain itu, kami memberikan pendampingan psikologis melalui Dinas Kesehatan bagi keluarga yang mengalami trauma. Kami juga menyalurkan bantuan pangan serta kebutuhan dasar seperti matras, selimut, dan tempat tidur," katanya.

Di sisi lain, keluarga yang terdampak masih hidup dalam kewaspadaan. Muftiana mengaku dirinya bersama anggota keluarga harus bergantian berjaga sepanjang hari untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran susulan yang dapat merusak perabotan maupun bangunan rumah.

"Kami berharap hasil penelitian segera keluar agar ada kepastian. Harapan kami hanya satu, bisa kembali tinggal dengan tenang tanpa rasa takut," ujarnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.