Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kualitas dan Pemahaman Anak Tabrauw tentang Literasi dan Numerasi Siswa Masih Memprihatinkan

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 08:48 WIB | Oleh:
Kualitas dan Pemahaman Anak Tabrauw tentang Literasi dan Numerasi Siswa Masih Memprihatinkan Doc: ist
Ket. pendidikan anak masih lemah

SORONG – Pendidkan masih perlu menjadi perhatian serius Pemkab Trabrauw. Sebab kualitas dan pemahaman anak tabrauw tentang literasi dan numerasi siswa masih memprihatinkan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw, Papua Barat Daya, menggandeng UNICEF dalam upaya meningkatkan kualitas literasi dan numerasi siswa melalui program pendampingan pendidikan yang telah berjalan selama tiga tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tambrauw Karel Nauw di Sorong, Sabtu, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga pada peningkatan kapasitas guru dan manajemen sekolah.

“Selama kurang lebih dua tahun dan tahun ini memasuki tahun ketiga, program ini mencakup pelatihan guru, penyusunan perangkat pembelajaran, hingga penguatan administrasi sekolah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, UNICEF bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada sekolah-sekolah.

Kegiatan tersebut meliputi pelatihan penyusunan silabus, metode pembelajaran, hingga peningkatan kompetensi guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Pendampingan juga dilakukan secara langsung ke sejumlah sekolah di wilayah Sausapor Raya dan Distrik Fef.

“Memang tidak semua sekolah terjangkau, tetapi sekolah yang menjadi sasaran pendampingan menunjukkan perkembangan yang cukup baik,” katanya.

Menurut Karel, kehadiran program tersebut memberikan dampak positif, terutama dalam peningkatan kemampuan guru yang kini mulai mampu menjadi narasumber dan pelatih bagi rekan sejawat.

Selain itu, kata dia, capaian literasi dan numerasi siswa juga mengalami peningkatan dibandingkan sebelum program berjalan. “Dari sisi literasi dan numerasi sudah ada perubahan yang cukup signifikan. Guru-guru juga sudah lebih menguasai materi dan metode pembelajaran,” ujarnya.

Meski demikian ia mengakui pelaksanaan program sempat menghadapi kendala, terutama di wilayah yang terdampak gangguan keamanan, sehingga kegiatan pendampingan tidak dapat berjalan optimal.

Saat ini, kata dia, program tersebut memasuki tahun ketiga, sekaligus tahap akhir pelaksanaan. Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan keberlanjutan program ke depan.

“Tahun ini kami evaluasi. Jika memungkinkan, kerja sama dapat dilanjutkan, namun jika tidak, maka program ini akan berakhir pada 2026 sesuai rencana,” katanya.

Dia berharap hasil dari program tersebut dapat terus berlanjut melalui kemandirian guru dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.