Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tips Mengurangi Sampah Plastik Rumah Tangga Menurut Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 01:55 WIB | Oleh:
Tips Mengurangi Sampah Plastik Rumah Tangga Menurut Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Doc: ANTARA/NOVRIAN ARBI
Ket. Arsip Foto - Poster kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di Pasar Cihapit, Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA - Ketergantungan global terhadap sektor ekstraktif minyak bumi kini tidak hanya tercermin dari konsumsi bahan bakar, tetapi juga masifnya produksi plastik sekali pakai. 

Pegiat lingkungan dari Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi, menyampaikan pentingnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai untuk menjaga alam dan lingkungan. 

"Situasi geopolitik yang terjadi saat ini menjadi pengingat jelas bahwa ketergantungan kita terhadap sektor ekstraktif seperti minyak bumi sangatlah tinggi. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan BBM, namun juga terhadap produksi plastik sekali pakai yang menjadikan minyak bumi sebagai bahan utamanya," katanya saat dihubungi ANTARA pada Kamis.

Menurut dia, upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai bisa dimulai dengan membawa wadah guna ulang ketika berbelanja serta membeli makanan dan minuman.

"Menolak penggunaan sedotan atau styrofoam bisa menjadi langkah awal yang mudah. Jika mulai terbiasa, kita bisa lakukan pemilahan sampah di rumah," katanya.

Senada dengan Atha, pegiat Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, mengatakan bahwa upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai bisa dimulai dengan membiasakan diri membawa botol minuman saat bepergian.

"Dengan banyak daerah yang melarang kresek, masyarakat juga terbiasa membawa tas belanja sendiri," katanya kepada ANTARA pada Kamis.

"Selanjutnya bisa membiasakan kalau beli bahan makanan yang basah ke pasar, bisa membawa kotak makan sendiri," ia menambahkan.

Selain beralih menggunakan kantung guna ulang saat belanja dan membawa wadah sendiri saat membeli makanan atau minuman, ia mengatakan, pengaturan pembelian barang keperluan rumah tangga bisa diatur sedemikian rupa untuk meminimalkan penggunaan plastik.

"Produk rumah tangga atau personal care bisa pilih sistem isi ulang. Belanja bahan dapur bisa dengan beli secara curah tanpa kemasan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
119 Orang Diamankan saat Ri...
Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.