Belanja Wisman Meningkat, Sinyal Positif bagi Industri Pariwisata
Senin, 03 Agu 2026, 22:35 WIBJAKARTA â Pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) menjadi indikator penting karena mencerminkan kualitas kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan tetapi juga nilai ekonomi yang dihasilkan.
Semakin tinggi belanja wisman, semakin besar pula dampaknya terhadap devisa, pendapatan pelaku usaha, dan perputaran ekonomi di daerah tujuan wisata.
Oleh karena itu, strategi pengembangan pariwisata perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong lama tinggal (length of stay), kualitas layanan, serta keberagaman atraksi agar nilai belanja setiap wisatawan terus meningkat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) pada triwulan II tahun 2026 yang mencapai angka 1.285 dolar Amerika Serikat (AS), meningkat sekitar 7,17 persen jika dibandingkan triwulan 2 tahun 2025 lalu sebesar 1.199 dolar AS.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan meskipun nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun rata-rata pengeluarannya lebih rendah dari rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada triwulan I 2026.
âRata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai 1.285 dolar AS. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan rata-rata pengeluaran pada triwulan I tahun 2026, tetapi mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan triwulan II di tahun yang lalu atau tahun 2025,â kata Ateng dalam siaran resmi yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (3/8).
Pada triwulan II-2026, BPS mencatat porsi pengeluaran terbesar wisatawan asing masih digunakan untuk akomodasi yang mencapai 37,21 persen dari total belanja. Selanjutnya, makanan dan minuman menyumbang 19,81 persen, sementara belanja dan cendera mata mencapai 11,04 persen.
Sedangkan untuk rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia, BPS mencatat pada triwulan II-2026 mencapai 10,30 malam. Durasi tersebut lebih singkat dibandingkan triwulan I-2026 yang berada di angka 10,83 malam, mengindikasikan wisatawan menghabiskan waktu lebih sedikit selama berlibur di Indonesia.
Namun, terdapat perubahan pola konsumsi wisatawan pada triwulan II. Proporsi pengeluaran untuk hiburan, sewa kendaraan, serta penerbangan domestik tercatat meningkat dibandingkan periode sebelumnya atau pada triwulan 1-2026.
Kenaikan pada tiga pos tersebut mengindikasikan wisatawan asing tidak hanya menghabiskan anggaran untuk kebutuhan dasar selama berlibur, tetapi juga semakin banyak mengalokasikan dana untuk menjelajahi destinasi dan melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia.
- Wisatawan Mancanegara
- belanja wisman
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Robot Penyedot Debu dengan Daya Hisap Hingga 15.000 Pa Diluncurkan
-
Tim Kesehatan Asal Sulawesi Utara Siap Mendukung Penas KTNA XVII
-
Presiden Trump Optimistis Kesepakatan AS-Iran Tercapai Pekan Depan
-
Alwi Farhan Tembus Peringkat 10 Besar Dunia
-
Presiden dan Wakil Presiden Hadir dalam Sidang Paripurna DPR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.