Dukung Kawasan Industri Tumbuh, Batang Siapkan Jalur Trans Jateng ke KITB

Senin, 03 Agu 2026, 22:20 WIB

BATANG – Pengembangan sistem transportasi publik menjadi kunci untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan, konsumsi bahan bakar, dan emisi.

Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada integrasi antarmoda, keterjangkauan tarif, ketepatan waktu, serta kenyamanan layanan agar mampu mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Ket. Foto: Ilustrasi-Moda transportasi massal BRT Trans Jateng saat melayani penumpang di halte. — Sumber: ANTARA/ HO-Pemprov Jateng.

Dengan sistem yang terhubung dan efisien, transportasi publik dapat menjadi penggerak produktivitas ekonomi sekaligus mendukung pembangunan perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, membangun sistem transportasi Trans Jateng yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan di tengah pesatnya perkembangan industri menuju Kawasan Industri Terpadu Batang.

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Senin (3/8), mengatakan bahwa layanan transportasi Trans Jateng ini ditargetkan mampu menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi serta mengurangi beban kemacetan di ruas-ruas jalan utama.

"Kehadiran layanan angkutan massal Trans Jateng ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pengembangan sistem transportasi publik di daerah ini," katanya.

Menurut dia, layanan angkutan massal Trans Jateng dipastikan mulai melayani masyarakat di daerah ini pada 2028.

Ia mengatakan usulan untuk menghadirkan angkutan massal Trans Jateng sebenarnya telah diajukan sejak lama tetapi pemerintah daerah saat itu belum masuk dalam prioritas pengembangan.

Namun, setelah Pemkab Batang menginisiasi skema pembiayaan inovatif melalui program smart financing, kata dia, Pemerintah Provinsi Jateng memberikan jaminan bahwa daerah ini akan menjadi bagian dari koridor layanan Trans Jateng pada 2028.

"Tahun ini sudah masuk tahap kajian, kemudian 2027 dilakukan persiapan, dan insya Allah 2028 Trans Jateng sudah mulai beroperasi di Batang," katanya.

Kehadiran bus cepat ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi terutama pada jam-jam sibuk saat para pekerja menuju kawasan industri.

Sebagai langkah pendukung, kata dia, pemerintah daerah akan menyiapkan jalur penghubung atau feeder yang menghubungkan Terminal Gringsing dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Selain itu, pemerintah daerah juga akan membangun akses khusus yang disebut sodetan—untuk memperlancar mobilitas pekerja dari terminal menuju kawasan industri.

"Harapannya masyarakat bisa beralih ke transportasi publik. Dari Terminal Gringsing nanti disiapkan feeder masuk ke KITB melalui sodetan yang akan dibangun sehingga distribusi kendaraan tidak lagi bertumpuk di jalur yang selama ini padat," katanya.

Menurut dia, selama ini konsentrasi arus kendaraan menuju Kawasan Industri Terpadu Batang melalui jalur Banyuputih–Kedawung, yang sering menimbulkan kepadatan arus lalu lintas kendaraan cukup panjang.

Namun, kata dia, dengan integrasi antara Trans Jateng dengan feeder tersebut, beban lalu lintas di ruas jalan utama diharapkan terbagi lebih merata dan kepadatan dapat ditekan secara signifikan.

"Program ini menjadi bagian dari upaya pemkab membangun sistem transportasi yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.