Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua DPR RI: Masih Banyak Bencana Alam, Rakyat Harus Segera Dapat Solusi

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 11:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketua DPR RI: Masih Banyak Bencana Alam, Rakyat Harus Segera Dapat Solusi Doc: ANTARA
Ket. Ketua DPR RI Puan Maharani

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan rakyat harus segera mendapat solusi di tengah kondisi masih banyaknya bencana alam terjadi dalam beberapa waktu terakhir, terlebih ada bencana yang berulang.

Puan, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Rabu (8/4), menyebut hampir 700 bencana alam terjadi dalam kurun waktu tiga bulan ini. Kondisi itu memperlihatkan masih rentannya masyarakat terhadap bencana alam.

“Dengan masih banyaknya bencana alam, terutama bencana yang berulang. Hal ini harus dilihat sebagai bentuk kerentanan rakyat terhadap bencana alam yang belum banyak bergeser dan harus segera mendapat solusi,” kata dia.

Menurut dia, rentetan bencana alam hingga awal April 2026 perlu dibaca sebagai sinyal bahwa Indonesia sedang berhadapan dengan tekanan kebencanaan yang semakin padat, luas, dan kompleks dampak sosialnya.

“Persoalannya tidak lagi cukup dipahami sebagai akumulasi peristiwa alam musiman, tetapi juga sebagai gambaran bahwa banyak ruang hidup masyarakat masih berada dalam kondisi rentan terhadap gangguan kebencanaan alam yang berulang,” ujarnya.

Puan mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan hanya bagaimana negara bergerak setelah kejadian, melainkan juga bagaimana sistem nasional bisa membaca pola kerentanan yang terus muncul di titik-titik yang relatif sama.

Jika banjir berulang kembali mendominasi maka persoalan tata air, kapasitas lingkungan, dan kesiapan kawasan permukiman belum sepenuhnya bergerak secepat perubahan risiko yang dihadapi masyarakat.

Dalam konteks seperti ini, menurut Puan, data kejadian bencana seharusnya tidak berhenti sebagai statistik mingguan, tetapi mesti menjadi dasar koreksi yang lebih tajam terhadap wilayah yang paling sering menerima dampak.

“Dan yang paling perlu dijaga dalam situasi kebencanaan berulang adalah kemampuan keluarga bertahan setelah bencana berlalu. Ini harus jadi perhatian pemerintah,” katanya menegaskan.

Di samping itu, ia menyebut beban terpanjang pascabencana berada pada fase pemulihan, yaitu ketika rumah rusak, penghasilan terhenti, sekolah terganggu, dan keluarga harus mengatur ulang kehidupan dengan sumber daya terbatas.

Oleh karenanya, dia menilai ukuran penanganan bencana tidak cukup dari kecepatan bantuan awal saja, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan masyarakat tidak berulang kali kembali ke titik kerentanan yang sama.

Menurut dia, jika satu wilayah terus mengalami gangguan serupa dari tahun ke tahun, yang dibutuhkan bukan hanya respons yang lebih cepat, melainkan juga keberanian memperbaiki sumber kerentanannya secara bertahap dan terukur.

“Pada akhirnya, yang paling penting dijaga adalah agar masyarakat tidak merasa hidup dalam siklus kerusakan yang terus berulang tanpa perubahan yang nyata,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PLN Kawal Keandalan Listrik...
Megapolitan
PLN UID Jakarta Raya Perkua...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.