Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani di Penajam Bertahan Lewat Sumur Bor Saat Air Menipis

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 10:50 WIB | Oleh:
Petani di Penajam Bertahan Lewat Sumur Bor Saat Air Menipis Doc: Antara Foto
Ket. Hasil panen petani tanaman padi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV membantu Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengatasi pengairan lahan pertanian tanaman padi dengan membangun empat unit sumur bor irigasi sepanjang 2025.

"Sumur bor irigasi menjadi penyeimbang bagi petani menghadapi kesulitan mendapatkan air lahan pertanian," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan ketika ditanya mengenai pengairan di Penajam, Selasa.

Empat unit sumur bor irigasi telah dibangun pada 2025 melalui bantuan BWS Kalimantan IV, lanjut dia, untuk mengatasi permasalahan air saat kemarau, menjaga produktivitas pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan.

Pembangunan empat unit sumur bor irigasi tersebut merupakan respon cepat pemerintah terhadap kebutuhan sumber air pengairan yang mendesak di area tanaman pangan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Keberadaan sumur bor irigasi mampu mengatasi permasalahan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau, karena dapat menampung air untuk jangka panjang, serta berfungsi mengairi lahan pertanian.

"Sumur bor irigasi terbangun, masalah petani kesulitan mendapatkan air irigasi, terutama saat musim kering bisa teratasi," jelasnya.

Lahan pertanian tanaman padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat mencapai 14.070 hektare, terdata hasil panen pada 2024 sekitar 48.188 GKP dan meningkat menjadi 50.250 GKP.

"Petani menghasilkan 3-4 ton per hektare dalam satu kali panen, dalam satu tahun petani melakukan dua kali panen," katanya.

"Kehadiran sumur bor irigasi sangat penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian, tambahnya.

Ditargetkan panen tanaman padi pada tahun ini mencapai 50.329 gabah kering panen (GKP), saat ini sedang proses pengumpulan data luas lahan dan hasil panen tanaman padi yang puncak musim panen pertama pada awal April 2026.

Pemerintah kabupaten mengupayakan setiap tahun ada penambahan unit sumur bor irigasi melalui koordinasi intensif dengan BWS Kalimantan IV, demikian Gunawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Hujan Deras, Warga di Empat...
Megapolitan
Atraksi Budaya Betawi Bakal...

Harga Cabai Rawit Rp75.700/Kg, Telur Ayam Rp30.400/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.700/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.