Bener Meriah Lumpuh Lagi, Jalur Alternatif Wih Porak Putus Total Diterjang Air Bah
📅 Selasa, 07 Apr 2026, 02:50 WIB | Oleh: AlfredBANDA ACEH - Jalur transportasi vital yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan wilayah tengah Aceh kembali lumpuh total setelah luapan sungai menerjang Desa Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Senin (6/4) sore.
Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak pukul 17.00 WIB menyebabkan debit air sungai meningkat tajam hingga menutupi badan jalan, memutus satu-satunya akses alternatif bagi masyarakat pascabencana di kawasan Enang-Enang yang hingga kini belum pulih sepenuhnya.
"Iya jalan itu kembali putus total karena sungai meluap lagi tadi sore, saat hujan deras sekitar pukul 17.00 WIB," kata Kepala BPBD Bener Meriah, Syafriadi saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Senin malam.
Jalan Wih Porak merupakan akses alternatif menuju wilayah tengah Aceh atau peralihan dari jalan nasional di kawasan Enang-Enang yang belum dipulihkan pascabencana akhir November 2025.
Jalan itu satu-satunya akses masyarakat dari Kabupaten Bireuen menuju Bener Meriah hingga Aceh Tengah, begitu juga sebaliknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Minggu (5/4) badan jalan di kawasan itu juga rusak akibat air sungai naik pascahujan deras, sehingga akses jalan alternatif itu lumpuh tertutup lumpur. Proses perbaikan berhasil dilakukan pada Senin (6/4) dini hari dan akses jalan itu kembali normal.
Namun pada Senin sore hujan deras kembali mengguyur Bener Meriah dan air sungai meluap lagi menutupi badan jalan, sehingga akses jalan tersebut kembali lumpuh.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Bener Meriah, Ilham Abdi mengatakan bahwa debit air masih tinggi hingga malam ini, sementara penanganan baru dapat dilakukan setelah air surut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, untuk alat berat seperti ekskavator saat ini sudah berada di lokasi agar penanganan bisa segera dilakukan ketika air tak lagi menggenangi badan jalan.
Di lapangan, lanjut Ilham, antrean kendaraan yang ingin melintas sudah cukup banyak menunggu air surut.
"Kalau tidak hujan debit airnya bisa cepat turun, kalau hujan terus maka akan terhambat, dan sekarang kondisinya masih hujan," ujar Ilham Abdi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!