Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Strategi Lawan Kekeringan! Aceh Besar Andalkan Padi Gogo

📅 Senin, 06 Apr 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Strategi Lawan Kekeringan! Aceh Besar Andalkan Padi Gogo Doc: ANTARA/M.Ifdhal
Ket. Petani sedang memotong padi di Aceh Besar.

BANDA ACEH – Padi gogo menjadi alternatif strategis dalam menjaga produksi pangan saat musim kemarau, terutama di wilayah yang minim irigasi.

Berbeda dengan padi sawah, padi gogo mampu tumbuh di lahan kering dengan kebutuhan air yang lebih rendah, sehingga lebih adaptif terhadap kondisi iklim yang tidak menentu.

Secara analitis, pemanfaatan padi gogo tidak hanya berfungsi sebagai langkah mitigasi terhadap risiko gagal panen akibat kekeringan, tetapi juga sebagai upaya diversifikasi sistem produksi pertanian.

Namun, produktivitasnya yang relatif lebih rendah dibanding padi sawah menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan dukungan teknologi, benih unggul, dan praktik budidaya yang tepat.

Dengan pengelolaan yang optimal, padi gogo dapat memperkuat ketahanan pangan, khususnya dalam menghadapi variabilitas iklim yang semakin tinggi akibat perubahan cuaca ekstrem.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh menyatakan saat ini menyiapkan persediaan sebanyak 2,2 ton benih padi gogo pada musim tanam gadu untuk luas lahan 90 hektare sebagai bagian untuk menjaga produksi pangan saat musim kemarau.

“Penyediaan benih padi gogo ini merupakan bagian antisipasi musim kemarau yang diperkirakan akan melanda Aceh Besar tahun ini. Padi gogo merupakan salah satu varietas tahan akan kekeringan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, M Ali di Lambaro, Senin (6/4).

Ia menjelaskan langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam antisipasi untuk menjaga ketahanan pangan dan produksi adalah menyediakan bantuan sarana pokok produksi kepada kelompok tani yakni bibit unggul tahan kekeringan, pupuk, dan pestisida.

M Ali mengatakan bantuan bibit gogo tersebut akan disalurkan untuk lima kelompok tani di Kecamatan Kuta Cot Glie dan satu kelompok tani di Kecamatan Sukamakmur.

Ia menambahkan untuk meminimalisir gagal panen untuk daerah sawah tadah hujan yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Besar, pihaknya juga akan mengeluarkan imbauan terkait jadwal tanam musim gadu.

“Kita nanti akan menginformasikan tentang kecamatan mana saja yang boleh tanam saat musim gadu dan daerah mana yang tidak dianjurkan tanam padi, tapi mereka dianjurkan menanam palawija yang cocok dengan daerah setempat,” katanya.

Ia menambahkan, izin penanaman pada musim gadu diberikan secara terbatas, karena persediaan air tidak mampu memenuhi kebutuhan area persawahan di daerah itu.

Pihaknya juga terus mengoptimalkan program ketahanan pangan yakni dengan panen padi dua kali dalam setahun termasuk dengan komoditas jagung, kacang koro, cabai merah guna meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebutkan luas lahan sawah di Aceh Besar terdiri dari tadah hujan di daerah itu seluas 16.904 hektare dan irigasi 8.770 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Daerah
Infrastruktur Jalan Sumater...
Olahraga
Geronimo Rulli Kembali ke M...
Megapolitan
Sistem Pangan Jakarta Masuk...
Megapolitan
LRT Kelapa Gading Meluncur ...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.