Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Menunggu! Pemerintah Masih Kaji Penyesuaian Harga BBM

📅 Senin, 06 Apr 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Menunggu! Pemerintah Masih Kaji Penyesuaian Harga BBM Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Salah satu petugas SPBU sedang mengisi bensin di sepeda motor.

JAKARTA – Penyesuaian harga BBM nonsubsidi menjadi langkah krusial dalam menjaga keseimbangan fiskal dan keberlanjutan sektor energi di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Tanpa penyesuaian, selisih antara harga keekonomian dan harga jual berpotensi membebani badan usaha energi, bahkan dapat merembet menjadi tekanan tidak langsung pada APBN.

Secara analitis, kebijakan ini juga berfungsi sebagai mekanisme transmisi harga global ke domestik, sehingga distorsi pasar dapat diminimalkan dan konsumsi energi lebih terkendali.

Namun, penyesuaian harga tetap memiliki konsekuensi terhadap inflasi dan daya beli, terutama melalui kenaikan biaya transportasi dan logistik.

Karena itu, implementasinya perlu diiringi dengan kebijakan kompensasi yang tepat sasaran serta penguatan program efisiensi energi.

Dengan pendekatan yang seimbang, penyesuaian BBM nonsubsidi dapat menjaga stabilitas sektor energi tanpa mengorbankan ketahanan ekonomi secara keseluruhan.

Pemerintah masih mengkaji kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hasil kajian tersebut nantinya akan disampaikan kepada publik setelah prosesnya rampung.

"Itu masih dikaji. Jadi nanti pada waktu pengkajian selesai nanti pasti juga akan disampaikan ke publik," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Ia menyampaikan masyarakat tak perlu khawatir, sebab hitungan fiskal telah dilakukan dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun.

Dengan berbagai langkah efisiensi anggaran, pemerintah bakal mampu menjaga defisit di kisaran 2,9 persen.

Menkeu Purbaya juga memastikan anggaran negara masih cukup guna menopang kebijakan tersebut.

Bahkan, pemerintah masih memiliki bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sekitar Rp420 triliun yang dapat digunakan jika terjadi tekanan tambahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menbud Ungkap Jadwal Terbit Buku Sejarah Baru

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ungkap Jadwal Terbit...

Woody Kembali Beraksi di Film “Toy Story 5

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Woody Kembali Beraksi di Fi...
Nasional
Kementan Ungkap Produksi Su...
Rona
Joe Taslim Turut Berperan d...
Daerah
PT KAI: Volume Penumpang St...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.