Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keluarga Sebagai Kunci Utama untuk Mencetak SDM Berkualitas

📅 Senin, 06 Apr 2026, 23:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keluarga Sebagai Kunci Utama untuk Mencetak SDM Berkualitas Doc: Antara
Ket. angkapan layar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji dalam agenda Dialog Menuju Kesejahteraan Antar-Generasi di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengatakan keluarga menjadi inkubator utama untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

“Unit terkecil dalam sebuah negara namanya keluarga, jika ingin mengintegrasikan pembangunan negara ke depan, maka dimulai dari keluarga,” ucapnya dalam agenda Dialog Menuju Kesejahteraan Antar-Generasi di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin.

Berdasarkan data United Nations Department of Economic and Social Affairs (UN DESA), jumlah penduduk Indonesia diprediksi mencapai titik puncak pada tahun 2054 dengan angka 322 juta jiwa, sebelum akhirnya mulai menurun. Periode 2020-2030 menjadi masa keemasan sekaligus tantangan terbesar karena merupakan puncak bonus demografi.

Lima tahun ke depan dinilai menjadi penentu apakah Indonesia mampu melakukan pendaratan yang sukses pada tahun 2030. Karena itu, kunci untuk memenangkan momentum tersebut yaitu fokus pada tiga pilar investasi manusia, mencakup ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Kemendukbangga mencatat, ada 74,09 juta keluarga Indonesia dengan rincian yang memiliki baduta (0-23 bulan) sebanyak 3,72 juta, keluarga memiliki balita (usia 24-59 bulan) 10,18 juta, dan keluarga memiliki remaja (10-24 tahun dan belum menikah) 46,73 juta.

Selain itu, keluarga memiliki PUS (pasangan suami istri dengan istri berusia 15-49 tahun) 46,3 juta, dan keluarga memiliki lansia (60 tahun ke atas) 25,17 juta.

Lebih lanjut, pihaknya memastikan dengan berbagai pendekatan dan strategi bahwa setiap fase kehidupan seseorang, mulai dari pranikah hingga lanjut usia, akan berjalan dengan baik. Visi besar ini akan dieksekusi oleh kekuatan 599 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bekerja di lapangan.

Mereka secara langsung bersentuhan dengan masyarakat guna mengubah perilaku dan memberikan intervensi nyata, seperti pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi.

“Inilah para pekerja lini lapangan yang hari ini menggerakkan dan mengubah perilaku, termasuk juga berkenaan dengan investasi sumber daya manusia,” ungkap Wihaji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.